Strategi Oskar Manoppo Bangun Boltim Ditengah Efisiensi Anggaran

Photo kolase agenda kunjungan kerja Bupati Boltim ke sejumlah kementerian dan Komisi VI DPR-RI.

NEFAnews.com – Sebagai putra daerah yang memiliki komitmen kuat membangun daerah, Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Oskar Manoppo melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kementerian dan Komisi VI DPR-RI selama sepekan guna memperjuangkan sejumlah program pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di daerah.

Membawa sejumlah program pembangunan, kunjungan strategis ini erat kaitannya dengan peningkatan pendapatan daerah guna menjawab tantangan fiskal nasional ditengah kebijakan pemerintah pusat terhadap efisiensi anggaran.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya bertumpu pada hasil komoditas, dan dana transfer pusat, mantan sekretaris daerah yang baru dilantik 6 bulan lalu sebagai bupati boltim ini pun langsung bergegas melakukan kunjungan ke beberapa kementerian guna melobi sejumlah program dan anggaran pusat ke daerah dalam rangka pemerataan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di wilayah Boltim.

Tujuan pembangunan sejumlah infrastruktur, menurut Oskar Manoppo., guna mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan aksesibilitas, mengurangi disparitas harga, serta mempercepat perdagangan dan jasa dengan menciptakan jaringan logistik yang efisien.

“Harus ada upaya kita di kementerian dan lembaga untuk mendapatkan anggaran. Saya bersama Asisten II turun langsung di lapangan, dan ternyata situasinya di pusat pun sama, ada keterbatasan anggaran. Namun setidaknya, kita tetap berupaya melakukan lobi agar program kegiatan, baik pembangunan jalan maupun infrastruktur lainnya yang bersumber dari APBN, bisa masuk ke Boltim,” ujar Bupati Boltim saat memimpin apel yang dihadiri seluruh jajaran Pemkab Boltim yang digelar di halaman Kantor Bupati, Senin (6/10/2025).

Oskar menilai bahwa “Strategi lobi ke kementerian dan lembaga tetap menjadi langkah penting untuk memperjuangkan kepentingan daerah, terutama dalam peningkatan infrastruktur dan pelayanan publik sekaligus menjawab tantangan fiskal nasional”, ujar Oskar.

Kunjungan Bupati boltim ke sejumlah kementerian, didampingi Staf Ahli Bidang  Ekonomi dan Pembangunan Rosita Pobela serta Anggota DPRD Boltim dari partai Demokrat ini diwali dengan kunjungan ke Komisi VI DPR RI dan disambut hangat Ketua Komisi,  Herman Khaeron., guna membahas percepatan pembangunan jalan dan jembatan di kawasan Transmigrasi di Desa Motongkad.

“Pembangunan jalan dan jembatan ini vital bagi mobilitas warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendorong pemerataan pembangunan di kawasan transmigrasi Balukud Motongkad,” ujar Oskar, (baca edisi 29 September).

Selanjutnya, rombongan Bupati melakukan kunjungan ke kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Gedung Sapta Pesona, guna memperkenalkan sejumlah objek wisata alam dan pantai serta aneka kuliner khas daerah.

“Boltim memiliki pantai indah, spot diving kelas dunia, serta pesona budaya dan kuliner khas daerah. Jika dikelola secara profesional, sektor ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” papar Oskar dihadapan kemenparekraf.

Dihadapan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya., Oskar juga memaparkan potensi besar Boltim di sektor ekonomi kreatif — dari kerajinan tangan, kuliner tradisional, hingga karya inovatif generasi muda.

“Dengan dukungan pemerintah pusat, kami optimis Boltim bisa menjadi daerah yang menonjol di sektor ini. Ekonomi kreatif bukan sekadar hiburan, melainkan jantung baru ekonomi rakyat. Dari anyaman bambu hingga kopi khas Modayag, semua bisa bernilai tinggi jika disentuh dengan kreativitas dan dukungan kebijakan yang tepat,” paparnya.

Tak hanya itu, bupati yang memiliki latar belakang birokrasi ini juga berkunjung ke Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan guna membahas kebutuhan paling mendasar keselamatan warga dan akses antarwilayah yakni peningkatan jalan nasional dan daerah, pembangunan instalasi air bersih, normalisasi Sungai Totokan (Molobog), hingga tanggul pengendali banjir dan pengaman pantai di wilayah-wilayah rawan abrasi seperti Tutuyan, Jiko, Iyok, dan Matabulu.

“Pembangunan infrastruktur bukan sekadar soal fisik, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat dan penguatan ekonomi daerah,” ucap Oskar.

Dalam lawatan ini, Bupati Boltim bersama rombongan juga berkesempatan mendatangi Kementerian Transmigrasi dan diterima langsung oleh Menteri Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara., terkait konsep kawasan transmigrasi terintegrasi agar menciptakan pemukiman yang menggabungkan sektor ekonomi, pariwisata, dan tenaga kerja.

Dee.

 

banner1

Pos terkait