NEFAnews.com, Sulut – Laksana sosok seorang Ayah, kala mendengarkan keluh kesah anak – anaknya yang telah beranjak dewasa, meminta restu untuk mandiri dan memulai untuk sebuah kehidupan baru.
Diruangan yang sejuk diselimuti kehangatan, sebuah topik pembahasan yang mengandung pesan dan harapan akan cita -cita besar dan masa depan.
Sebuah pesan dan harapan besar yang terus menggeliat dan telah lama digaungkan oleh masyarakat Tanah Totabuan untuk sebuah cita-cita yakni Provinsi Bolaang Mongondow Raya (PBMR).
Pertemuan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus Komaling (YSK)., dengan Panitia Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Bolaang Mongondow Raya (BMR), di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Minggu (8/2/2026), adalah momen pertemuan perdana yang membahas rencana pembentukan Provinsi BMR.
YSK mengakui BMR memiliki potensi menjadi sebuah provinsi. Nakmun Ia menyayangkan sumber pendapatan yang menjadi pendapatan daerah tidak dikelolah oleh masyarakat asli daerah.
“Saya melihat di Bolmong ada potensi besar, terutama tambang emas. Tapi selama ini tidak pernah benar-benar menjadi pendapatan daerah, hanya dinikmati orang-orang tertentu saja. Ini yang sekarang sedang saya upayakan,” ujar YSK.
Menurutnya, saat ini pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah BMR mulai menunjukkan peningkatan.
“Pertumbuhan ekonomi dan IPM sekarang sudah meningkat, apalagi kalau sektor pertambangan bisa kita kelola dengan baik dan dijadikan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ucap YSK.
YSK bahkan menyatakan bahwa pemerintah provinsi tahun banyak fokus untuk pembangunan di wilayah Bolaang Mongondow Raya.
“Kalau dilihat, program saya sebagai Gubernur justru lebih banyak di BMR dan itu sedang saya lakukan sekarang,” katanya.
YSK bahkan menyarankan kepada panitia PBMR, agar melengkapi segala dokumen dan administrasi sembari pihaknya lewat pemerintah akan mendorong perbaikan indikator ekonomi melalui SDA, dan pemberdayaan SDM untuk meningkatkan indikator pembangunan manusia (IPM) di wilayah BMR.
“Saat ini saya sedang mengupayakan peningkatan produk domestik regional bruto (PDRB) secara merata dan peningkatan indeks IPM di wilayah BMR,” saran YSK.
YSK kembali berpesan kepada Panitia PBMR untuk melengkapi seluruh dokumen yang dibutuhkan,
“Siapkan kelengkapan berkas yang ada, lalu laporkan kepada saya,” pesannya.
Disisi lain, Ketua Panitia PBMR, Jainudin Damopolii., saat dihubungi menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan hangat sekaligus respon positif Gubernur Sulut Yulius Selvanus saat pertemuan di Graha Gubernur Manado, kemarin. (8/2/2026).
“Pak gubernur cukup respon dan mendorong pembentukan provinsi BMR, nakmun demi terwujudnya cita-cita ini, masih banyak yang harus kita benahi baik dokumen maupun kesiapan wilayah terutama terkait perekonomian serta peningkatan SDM maupun SDA, sambil menunggu proses administrasi,” ucap Jainudin Damopolii.
Jainudin menilai dukungan YSK sangat jelas, terlihat cukup besar perhatiannya terhadap pembangunan di wilayah BMR.
“Tahun ini kita melihat gubernur banyak fokus untuk pembangunan infrastruktur maupun peningkatan beberapa indikator pembangunan di wilayah BMR, Ini menunjukan perhatian dukungan besar YSK terhadap BMR. Kita menyadari bahwa masih ada yang harus kita benahi untuk mewujudkan PBMR. Oleh sebab itu, mari kita dukung program pemerintah baik pusat maupun provinsi dan daerah saat ini sambil menunggu proses administrasi yang menjadi syarat Pembentukan Provinsi Bolaang Mongondow Raya,” tandanya. */Dee.










