Dia Datang Bukan Karena Tugas, Dia Hadir Karena Rasa yang Sama

NEFAnews.com. Langit cerah di seluruh pelosok Nusantara di awal tahun baru 2026 bak membawa suka cita bagi seluruh alam semesta.

Tak terkecuali di seluruh dunia menyambut tahun baru dengan sukacita dan pesta pora. Di Bumi Nyiur Melambai, di malam tahun baru bak gadis manis berparas cantik, dibawah gemerlap lampu warna-warni dihiasi kembang api yang memecah indah dilangit gelap bagai Aurora.

Bacaan Lainnya
Suasana malam tahun baru 2026 di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Nakmun tak selang lama, hati gembira berganti nestapa, bagai Burung Dara terbang dan hinggap sebentar saja. Semangat ceria didalam jiwa, sekejap mata berganti duka nestapa.

Baru sekejap mata kita bersuka di malam perpisahan tahun yang penuh ceria dan bahagia, nakmun tak terasa lama, tetiba berita duka menerpa dari saudara kita di seberang sana yang dilanda bencana.

Kondisi pemukiman warga akibat terjangan banjir bandang

Pecah tangis dan teriakan warga di malam gelap gulita, mengiris hati bak disayat sembilu. Kepedihan sontak menyeruak hingga menembus setiap lubuk hati dan relung jiwa di setiap insan di Bumi Nyiur Melambai.

Senin, 5 Januari 2026 dini hari, Kepulauan Sitaro Kabupaten Siau dilanda banjir bandang dikarenakan tingginya curah hujan yang menyirami kota kecil semalam suntuk hingga mengakibatkan ratusan rumah hilang, nyawa melayang, raga yang dinyatakan hilang dan korban luka – luka serta kerugian materi yang belum bisa ditaksirkan.

Berita duka ini pun berhembus cepat hingga sampailah ke telinga sosok lelaki yang dahulu adalah perisai bangsa, prajurit pembela negara, yang kini menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn). Yulius Selvanus.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling saat memimpin Apel Perdana di Tahun 2026, di lapangan upacara Kantor Gubernur, Bumi Beringin, Manado. Senin (5/1/2026).

Pagi itu, dihadapan segudang kesibukan dan tumpukan pekerjaan sebagai pemimpin di Bumi Nyiur Melambai, usai memimpin apel perdana ASN di lingkup Pemerintahan Provinsi (pemprov) Sulut di awal tahun 2026, YSK sebutan akrab Suami Anik Selvanus ini langsung memanggil jajaran dinas dan instansi terkait untuk segera mengerahkan bala bantuan dengan mengirimkan puluhan ton logistik untuk korban banjir bandang di Kabupaten Siau.

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus didampingi Ketua Pembina Posyandu Sulut, Ny. Anik Selvanus saat melepas bantuan logistik ke Kepulauan Sitaro di Pelabuhan Manado.

Usai mengecek dan memastikan pengiriman bantuan berjalan lancar di Pelabuhan Utama Manado, YSK langsung menggelar rapat koordinasi bersama forum komunikasi daerah (Forkopimda) yang dihadiri langsung Pandam, Danrem, dan Kapolda serta jajaran Pemprov Sulut, guna membahas penangan cepat lokasi dan warga masyarakat Siau yang terdampak banjir bandang.

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus memimpin rapat koordinasi bersama Forkopimda untuk penanganan bencana alam banjir bandang di Kabupaten Siau.

Bagai tak kenal lelah, jiwa Korsa TNI masih melekat dalam dirinya, meronta – ronta untuk segera berada bersama warga yang sedang bersedih dan berduka akibat bencana alam yang merengut 14 jiwa, memporak porandakan ratusan rumah hingga warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda serta beberapa warga masih dinyatakan hilang.

Dia tidak tidur, dia lupa jika dia sempat terbaring sejenak dalam perawatan medis beberapa hari lalu, dia lupa keluarganya, dia lupa jabatanya, dia lupa segalanya. Yang ada dalam ingatannya, hanya wajah – wajah warga yang sedang berduka anak – anak kecil menangis, orang – orang tua renta, perempuan hamil yang kesusahan, serta harta benda dan rumah tinggal yang tak lagi ada. Kedinginan dan kelaparan dan segala kesedihan dan penderitaan yang berkecamuk di kepalanya.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, terbang menuju kepulauan Sitaro melihat langsung lokasi dan warga terdampak banjir bandang.

Terlalu pagi usai rapat koordinasi forkopimda, YSK didampingi Kapolda, Danrem dan Pangdam, beserta jajaran Pemprov Sulut, bergegas menuju Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, hendak terbang ke Kepulauan Sitaro dengan menumpangi pesawat Susi Air.

Sesampainya Kabupaten Siau, YSK dan rombongan tanpa basa-basi langsung mendatangi lokasi kejadian guna mempercepat pembenahan dan pemulihan infrastruktur dan fasilitas umum serta rumah warga yang terdampak banjir.

Gubernur Sulut saat mengunjungi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Siau.

Tak sampai disitu, dengan langkah seribu, YSK menghampiri para korban banjir yang berada tenda dan bangsal pengungsian guna untuk berbagi kasih dan berbagi rasa.

Di Pengungsian, YSK berbincang – bincang dan berbagi cerita dengan para warga, dia tampak tegar dan bersemangat demi untuk meringankan beban dan memberi semnagat untuk rakyatnya agar tegar dan tabah menerima ujian Tuhan.

Kehadiranya membawa secercah harapan dan kebahagian, kedatanganya sangat berarti bagi masyarakat yang dirundung sedih akibat bencana yang melanda.

Nakmun dibalik itu, hatinya menangis, jiwanya merana. Nakmun sebagai pria sejati yang separuh hidupnya dididik dan hidup di dunia militer, YSK menyembunyikannya dengan duduk diam dalam doa memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Photo. Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling.(Ist).

Dia datang bukan sebagai pahlawan, bukan karena tugas dan tanggungjawab sebagai pemimpin. Tetapi dia hadir karena rasa sakit dan duka yang sama.

Cat: Dee.

 

 

 

banner1

Pos terkait