NEFAnews.com, BOLTIM – Bupati Bolaang Mongondow Timur, Oskar Manoppo, menghadiri Konsolidasi Pendidikan Dasar dan Menengah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Tahun 2026 yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulut, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan dibuka oleh Abdul Kahar, Widyaprada Ahli Utama yang mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI tersebut, bertemakan “Mapalus Memperkuat Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua di Sulawesi Utara”.

Dalam arahannya, Abdul Kahar menekankan pentingnya memperluas pemerataan akses pendidikan, khususnya pada jenjang menengah dan prasekolah.
“Program wajib belajar 13 tahun telah meningkatkan partisipasi pendidikan dasar secara signifikan. Tantangan berikutnya adalah memastikan pendidikan menengah dan prasekolah tersedia merata, inklusif, dan berkualitas,” ujar Kahar.
Menurutnya, untuk tahun 2026, pemerintah pusat menargetkan revitalisasi sedikitnya 60 ribu sekolah di seluruh Indonesia. Setiap sekolah juga akan mendapatkan tambahan tiga unit Interactive Flat Panel (IFP), sehingga total tersedia empat unit per sekolah guna mendukung pembelajaran berbasis digital. Program ini akan disertai peningkatan kompetensi guru dan penguatan tata kelola sekolah.

Tak hanya itu, Kahar menambahkan pemerintah pusat merencanakan pembangunan sekolah terintegrasi di setiap kecamatan, mulai dari jenjang SD hingga SMA dalam satu kawasan pendidikan. Program yang menyasar 7.281 kecamatan ini akan dibiayai pemerintah pusat untuk pembangunan fisik, sementara pemerintah daerah diminta menyiapkan lahan dan menyampaikan usulan paling lambat 2 Maret 2026.
Sementara, Bupati Oskar Manoppo usai kegiatan juga menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur untuk mendukung penuh transformasi pendidikan di Sulawesi Utara.
“Pendidikan adalah investasi strategis jangka panjang. Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi, baik dalam penguatan kapasitas guru, pemenuhan sarana dan prasarana, maupun pembenahan manajemen sekolah,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Semoga hasil konsolidasi ini tidak sekadar menjadi wacana, tetapi melahirkan kebijakan yang implementatif, terukur, dan berdampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di daerah,” pungkasnya.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama oleh para kepala daerah dan pemangku kepentingan sebagai simbol keseriusan dalam mendukung transformasi pendidikan di Sulawesi Utara.
Adapun tujuan Konsolidasi tersebut yakni untuk menyelaraskan visi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 menuju Indonesia Emas 2045. Dimana kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi para kepala daerah dan pemangku kepentingan untuk menyatukan langkah dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan.
Forum ini turut dihadiri para bupati dan wali kota se-Sulut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulut, Komisi Pendidikan DPRD Sulut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulut, Kepala BPMP Sulut, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah dan perwakilan perguruan tinggi. Advetorial.










