kasat Pol-PP dan Damkar Pemkot Kotamobagu Terima Silahturahmi Camat dan Sangadi Modayag, Ada Apa?

Kasat Pol-PP Kotamobagu Sahaya Mokoginta saat menerima kedatangan Camat dan Sangadi Modayag.

 

NEFAnews.com, Kotamobagu. Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan pemadam kebakaran (Satpol PP – Damkar), Kotamobagu menerima kunjungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Rabu (7/1/2026).

Bacaan Lainnya

Kunjungan Pemkab Boltim yang diwakili oleh Camat Modayag, Reinold Rakinaung., bersama Pjs Sangadi Modayag Dian Olii dan Sekdes Salma Mewar., ke Dinas Satpol PP Pemkot Kotamobagu, diterima langsung oleh Kasat Pol-PP dan Damkar, Sahaya Mokoginta., bersama jajarannya.

Adapun maksud kedatangan pihak Pemkab Boltim di Dinas Pol-PP dan Damkar, yakni untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang dialami personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kotamobagu saat menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah Kabupaten Boltim. Jumat malam, 2 Januari 2026.

Mewakili pemerintah Boltim, Camat Kecamatan Modayag dan Sangadi (dibaca:kepala desa) Modayag , secara langsung mendengarkan kronologi kejadian dari personel Damkar Kota Kotamobagu yang bertugas pada malam kejadian, guna memperoleh gambaran utuh mengenai situasi yang terjadi di lapangan.

Berdasarkan penuturan salah satu personel Damkar, Enol bersama rekan-rekannya menerima laporan kebakaran pada malam 2 Januari 2026 dan segera bergerak menuju lokasi kejadian di wilayah Modayag untuk melakukan penanganan.

Namun setibanya di lokasi, para petugas justru dihadapkan pada situasi yang tidak kondusif. Sejumlah warga meluapkan emosi dengan melontarkan cacian dan menilai petugas terlambat datang.

Meski mendapat tekanan verbal, personel Damkar tetap berupaya menenangkan situasi dan menyampaikan bahwa kehadiran mereka semata-mata untuk membantu.

Situasi kemudian semakin memanas, saat sejumlah warga sempat merebut nosel selang pemadam yang berpotensi memperlambat proses penanganan kebakaran.

Petugas Damkar berulang kali menghimbau agar warga tidak menghambat upaya pemadaman demi keselamatan bersama.

Saat dalam proses pemadaman, terjadi pelemparan terhadap personil dan armada damkar Beruntung lemparan tersebut tidak mengakibatkan jatuhnya korban.

Meski menghadapi ancaman keselamatan, para petugas tetap bertahan dan melanjutkan tugas setelah memperoleh informasi bahwa masih terdapat korban yang belum berhasil diselamatkan.

“Kami tetap bertahan karena yang kami pikirkan saat itu hanya keselamatan korban,” ungkap salah satu personel Damkar.

Setelah mendengarkan secara langsung kronologi kejadian tersebut, atas nama pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Camat Modayag bersama Sangadi dan Sekretaris Desa Modayag, menyampaikan permohonan dan berkomitmen untuk menemukan pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.

Camat Modayag menegaskan, akan meningkatkan pembinaan kepada masyarakat terkait pentingnya ketertiban, kerja sama, dan penghormatan terhadap petugas yang menjalankan tugas kemanusiaan dalam situasi darurat.**

 

 

 

banner1

Pos terkait