Mantan Orang Nomor Satu diSulut diDuga Serobot Lahan Milik Warga

Nefanews Boltim – Polemik kepemilikan lahan di kawasan Perkebunan Tungkeng Banga Lambui, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), kian hangat.

Pasalnya mulai terungkap nama oknum pejabat penting yang terduga merupakan salah satu orang yang memiliki lahan perkebunan yang di klaim milik sejumlah warga 3 Desa di Boltim.

Hal ini terungkap ketika puluhan warga dari tiga desa, yakni Desa Mooat, Guaan, dan Moyongkota, turun langsung ke lokasi dan memasang papan informasi bertuliskan penegasan kepemilikan masyarakat adat pada, (19/012926).

Informasi ini didapati dari pengakuan seorang penjaga kebun bernama Cahyo. Menurutnya baru sekitar tiga bulan dipercaya menjaga kebun sekaligus bertugas sebagai tenaga ahli tanaman di lokasi milik salah satu mantan orang besar di Sulut.

“Lahan ini milik OD, mantan orang nomor satu di Sulut,” kata Cahyo singkat, seraya menyebutkan bahwa ia hanya menjalankan tugas menjaga dan mengelola tanaman di area perkebunan itu.

Tak hanya itu, dari keterangan lain yang diperoleh warga, disebutkan pula bahwa terdapat sejumlah nama mantan pejabat serta pejabat yang masih aktif yang diduga ikut menguasai lahan di kawasan Perkebunan Tungkeng Banga Lambui.

Warga mengatakan, sangat tidak masuk akal jika lahan yang selama ini mereka yakini sebagai milik masyarakat adat tiga Desa, tiba-tiba telah beralih penguasaan ke pihak luar, terlebih kepada figur-figur besar yang memiliki jabatan dan pengaruh.

“Kan aneh, tiba-tiba lahan perkebunan masyarakat tiga desa yang sudah turun-temurun, sekarang dikuasai orang-orang besar dari luar wilayah Boltim,” ucap seorang warga dengan nada geram

Di lokasi pemasangan papan pemberitahuan bertuliskan “Lahan Milik Rakyat”, secara tegas warga menyampaikan tuntutan agar seluruh aktivitas di Perkebunan Tungkeng Banga Lambui segera dihentikan, kedatangan mereka masih dalam koridor damai dan bermaksud baik.

Warga juga mengingatkan adanya potensi aksi yang lebih besar apabila aspirasi mereka tidak diindahkan. Mereka khawatir situasi bisa menjadi sulit dikendalikan jika semakin banyak masyarakat yang turun ke lokasi.

“Kami tidak tahu apa yang akan terjadi jika nantinya lebih banyak warga datang ke sini. Yang jelas, kedatangan kami sekarang dengan niat baik. Karena itu kami memohon dengan sangat agar kegiatan di perkebunan ini segera dihentikan,” tegas warga.

Namun begitu belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak yang disebut-sebut sebagai pemilik lahan, Cahyo penjaga kebun masih enggan memberikan alamat jelas dan nomor ponsel orang yang menugaskannya.

Hingga berita ini diturunkan upaya konfirmasi terhadap orang-orang dan instansi terkait masih terus dilakukan.

(Andry)

banner1

Pos terkait