Tutup Resmi Pembinaan dan Evaluasi RKO, Bupati Boltim: Cegah Kekosongan dan Kelebihan Stok Obat di Fasilitas Kesehatan

Bupati Boltim, Oskar Manoppo bersama peserta kegiatan saat menghadiri sekaligus menutup kegiatan Pembinaan, pelaporan dan pembinaan RKO Dinas Kesehatan Pemkab Boltim di Manado.

NEFAnews.com, BOLTIM – Bupati Bolaang Mongondow Timur secara resmi menutup kegiatan Pembinaan Pelaporan dan Evaluasi Kepatuhan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) Tahun 2026, di Hotel Quality Manado, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dalam memperkuat tata kelola perencanaan dan pelaporan kebutuhan obat pada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa perencanaan kebutuhan obat yang tepat, terukur, dan berbasis data merupakan fondasi utama dalam menjamin ketersediaan obat bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan dalam pelaporan, validitas data, serta penguatan koordinasi lintas sektor guna mencegah terjadinya kekosongan maupun kelebihan stok obat di fasilitas kesehatan.

“RKO bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen utama untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal dan berkesinambungan. Karena itu, saya berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan hasil pembinaan ini secara konsisten, profesional, dan bertanggung jawab,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Kesehatan serta seluruh peserta atas komitmen dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara puskesmas, rumah sakit, dan Dinas Kesehatan dalam menyusun perencanaan kebutuhan obat yang benar-benar mencerminkan kebutuhan riil di lapangan.

“Melalui kegiatan ini, saya harapkan seluruh rekomendasi dan hasil evaluasi yang telah dirumuskan dapat segera ditindaklanjuti pada tahun anggaran berjalan demi optimalisasi pelayanan kesehatan di daerah,” Tutupnya.

Melalui pembinaan ini, para pengelola program dan penanggung jawab farmasi dibekali pemahaman teknis guna meningkatkan akurasi data, ketepatan perencanaan, serta kepatuhan terhadap penyusunan RKO sesuai regulasi yang berlaku.

Turut hadir Ketua DPRD Samsudin Dama, Anggota DPRD Revy Lengkong, serta Kepala Dinas Kesehatan Minarni Manoppo. ***

 

 

banner1

Pos terkait