Reforma Agraria Jadi Prioritas Nasional, Kantor Pertanahan Boltara Gelar Rapat Persiapan GTRA

NEFAnews.Com BOLMUT – Kantor Pertanahan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) melaksanakan Rapat Persiapan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) bersama Pemerintah Daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Kantor Pertanahan Kabupaten Boltara tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dr. Jusnan C. Mokoginta, MARS, serta dihadiri oleh unsur Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten Boltara.

Rapat ini dilaksanakan sebagai langkah awal dalam memperkuat sinergi dan koordinasi antarinstansi guna menyukseskan pelaksanaan program Reforma Agraria di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Dalam arahannya, dr. Jusnan C. Mokoginta, MARS menegaskan bahwa keberadaan Gugus Tugas Reforma Agraria memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan pemerataan penguasaan dan pemanfaatan tanah yang berkeadilan bagi masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Forkopimda, dan Kantor Pertanahan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program Reforma Agraria sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, terutama dalam mendukung peningkatan kesejahteraan dan pembangunan ekonomi daerah.

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Ny. Enliawaty Hassan, SP, menjelaskan bahwa kebijakan Reforma Agraria merupakan upaya untuk menata kembali hubungan antara masyarakat dengan tanah, baik dalam aspek penguasaan, pemilikan, penggunaan maupun pemanfaatan permukaan bumi yang berkeadilan.

“Kebijakan Reforma Agraria merupakan amanat yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA), yang bertujuan menciptakan keadilan agraria serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat atas tanah yang dikuasai dan dimanfaatkan,” jelas Enliawaty.

Lebih lanjut, Enliawaty menyampaikan bahwa Reforma Agraria juga menjadi bagian integral dari arah pembangunan nasional sebagaimana tercantum dalam program kerja Presiden Prabowo Subianto yang dirumuskan dalam Asta Cita.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan Asta Cita Kedua, yakni memantapkan pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru. Selain itu, Reforma Agraria juga mendukung Asta Cita Keenam, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

“Reforma Agraria tidak hanya berbicara tentang penataan aset tanah, tetapi juga bagaimana tanah dapat dimanfaatkan secara produktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, program ini menjadi bagian penting dalam mendukung target pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029,” ungkapnya.

Melalui rapat persiapan ini, diharapkan seluruh unsur yang tergabung dalam Gugus Tugas Reforma Agraria dapat menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program GTRA, sehingga tujuan Reforma Agraria untuk mewujudkan keadilan agraria, pemerataan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dapat tercapai secara optimal.

banner1

Pos terkait