NEFAnews. com BOMONG – Suasana duka menyelimuti keluarga, kerabat, dan rekan-rekan Komunitas Pecinta Otomotif Muda Caraka Bolaang Mongondow Raya (BMR) atas berpulangnya Alif Gifara Tamimu, korban longsor di wilayah pertambangan emas Bolingongot (Patung), Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Jenazah Alif diberangkatkan dan dimakamkan di Gorontalo pada Minggu malam hingga Senin dini hari, 29 Juni 2026, setelah sebelumnya berhasil dievakuasi dari lokasi longsor.
Mewakili Komunitas Pecinta Otomotif Muda Caraka BMR, Melisa menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian Alif.
“Kami keluarga besar Komunitas Pecinta Otomotif Muda Caraka BMR turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya saudara kami Alif Gifara Tamimu. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, dan memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Melisa.
Menurut Melisa, Alif dikenal sebagai pribadi yang baik, murah senyum, serta mudah bergaul dengan siapa saja. Sosoknya juga dikenal sebagai pribadi yang patuh dan menghargai orang lain sehingga kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi seluruh anggota komunitas.
Sementara itu, ayahanda Alif, Rusdin Tamimu, mengungkapkan bahwa Alif merupakan anak kedua dalam keluarganya. Almarhum merupakan lulusan salah satu Sekolah Menengah Teknik (STM) di Kota Kotamobagu dan dikenal sebagai sosok yang memiliki semangat tinggi dalam menjalani kehidupan.
Kepergian Alif menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi sahabat dan rekan-rekannya di Komunitas Pecinta Otomotif Muda Caraka BMR yang mengenalnya sebagai pribadi yang ramah dan penuh semangat.
Semoga almarhum Alif Gifara Tamimu mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Aamiin.










