Ketika Sang Senior Berusaha Menyelamatkan Adiknya: Kisah Pilu Gugurnya Briptu Excel Y.R.V. Mamuli

NEFAnews.Com BOLMUT – Mendiang Briptu Excel Y.R.V. Mamuli merupakan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia yang lulus pendidikan pada tahun 2020. Setelah resmi dilantik, ia mengawali pengabdiannya di Satuan Sabhara Polda Sulawesi Utara sebelum dimutasikan ke Polres Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) pada tahun 2021.

Selama berdinas di Polres Bolmut, Briptu Excel pernah mengemban tugas di Satuan Lalu Lintas sebelum dipercaya bergabung dengan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim). Pada penugasan terakhirnya, ia menjadi salah satu personel Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Bolmut, satuan yang berada di garis terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Di mata pimpinan, rekan kerja, maupun masyarakat, Briptu Excel dikenal sebagai sosok yang ramah, santun, rendah hati, mudah bergaul, serta selalu menghormati senior dan menyayangi juniornya. Senyum yang hampir tak pernah lepas dari wajahnya membuat ia diterima oleh siapa pun yang mengenalnya. Bagi banyak orang, ia bukan hanya seorang anggota Polri, tetapi juga seorang sahabat yang selalu hadir dengan ketulusan, kepedulian, dan semangat untuk membantu sesama.

Di balik seragam yang mereka kenakan, Brigadir Randi, Briptu Switly, dan Briptu Excel bukan sekadar rekan satu tim di Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Bolmut. Ketiganya berasal dari daerah yang sama dan telah membangun ikatan persaudaraan yang begitu erat selama bertugas. Meski Briptu Randi merupakan senior, hubungan mereka jauh melampaui sekadar senior dan junior. Mereka saling menjaga, saling menguatkan, saling mengingatkan, dan saling melindungi dalam setiap penugasan, layaknya kakak beradik yang lahir dari satu kandungan.

Dalam setiap operasi, Brigadir Randi selalu berusaha memastikan kedua adik juniornya pulang dengan selamat. Sementara Briptu Excel dan Briptu Switly menaruh rasa hormat, kepercayaan, dan kasih sayang kepada senior mereka. Kebersamaan itu terjalin dalam suka maupun duka, menghadapi berbagai risiko tugas sebagai anggota Polri yang setiap hari mempertaruhkan keselamatan demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Namun takdir berkata lain. Saat melaksanakan pengamanan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Desa Paku, Kecamatan Bolangitang Barat, situasi berubah dalam hitungan detik. Berdasarkan kronologi yang disampaikan pihak kepolisian, Briptu Excel berada dalam ancaman setelah diduga ada seorang warga yang hendak menyerangnya dari arah belakang. Melihat sahabat sekaligus adik yang telah lama menemaninya bertugas berada dalam bahaya, Briptu Randi berupaya mengambil tindakan untuk melindunginya. Namun dalam situasi yang begitu cepat dan genting, musibah yang tak pernah diharapkan itu justru terjadi. Tembakan yang dilepaskan dalam upaya menyelamatkan rekannya justru mengenai dada kanan Briptu Excel hingga mengakibatkan ia gugur.

Peristiwa tersebut menjadi luka yang sangat mendalam bagi keluarga besar Polres Bolmut, khususnya personel Unit Reaksi Cepat (URC). Bagi Briptu Randi, kehilangan itu bukan sekadar kehilangan seorang rekan kerja, melainkan kehilangan sosok adik yang selama ini tumbuh, berjuang, dan mengabdi bersamanya. Demikian pula bagi Briptu Switly, kepergian Briptu Excel meninggalkan duka yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ikatan persaudaraan yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun kini hanya menyisakan kenangan, doa, dan air mata.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa meski secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dikenal aman dan kondusif, setiap anggota Polri yang bertugas tetap menghadapi risiko yang tidak dapat diprediksi. Di balik suasana yang tampak tenang, ada kalanya aparat kepolisian harus mempertaruhkan nyawa demi menjalankan amanah negara dan melindungi masyarakat.

Sejarah di Bolmut juga mencatat bahwa dalam beberapa peristiwa, anggota Polri pernah menjadi korban tindak kekerasan saat menjalankan tugas, mulai dari penganiayaan hingga peristiwa yang merenggut nyawa personel kepolisian. Kenyataan tersebut menjadi bukti bahwa tugas menjaga keamanan bukanlah pekerjaan tanpa risiko. Setiap panggilan tugas dapat berubah menjadi pertaruhan antara hidup dan mati.

Kepergian Briptu Excel Y.R.V. Mamuli menjadi pengingat bahwa di balik seragam yang dikenakan setiap Bhayangkara terdapat keberanian, pengorbanan, serta kesiapan menghadapi bahaya demi memberikan rasa aman kepada masyarakat. Mereka berangkat bertugas dengan harapan dapat kembali berkumpul bersama keluarga, namun dalam keadaan tertentu, takdir dapat berkata lain.

Pengabdian, keberanian, dan ketulusan Briptu Excel akan selalu dikenang sebagai wujud kesetiaan seorang Bhayangkara yang mengabdikan hidupnya demi bangsa dan negara hingga akhir hayat. Semoga kisah hidup dan pengorbanannya menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polri untuk terus mengabdi dengan hati, sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar semakin menghargai setiap pengorbanan aparat yang menjaga keamanan negeri ini.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan pengabdian almarhum, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan, serta seluruh rekan-rekan seperjuangannya, diberikan kekuatan, ketabahan, keikhlasan, dan perlindungan dalam melanjutkan pengabdian kepada masyarakat.

Selamat jalan, Briptu Excel Y.R.V. Mamuli. Pengabdianmu telah usai, namun keteladananmu akan tetap hidup dalam setiap langkah para Bhayangkara yang melanjutkan perjuanganmu. Al-Fatihah.

banner1

Pos terkait