Keselamatan Prioritas Utama! Dirpolairud Polda Sulut Minta Warga Pesisir Waspadai Banjir Rob

NEFAnews.Com SULUT – Dalam rangka mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi akibat fenomena Super New Moon, Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., mengimbau seluruh masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir Sulawesi Utara agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob yang diprediksi terjadi di sejumlah daerah.

Menurut informasi yang disampaikan berdasarkan prakiraan BMKG, potensi banjir rob diperkirakan akan terjadi di beberapa wilayah pesisir Sulawesi Utara dengan waktu yang berbeda-beda.
Untuk Kabupaten Kepulauan Sangihe, banjir rob diperkirakan terjadi pada 13–19 Juli 2026. Sementara itu, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara diprediksi mengalami banjir rob pada 14–18 Juli 2026.

Adapun wilayah lainnya yang juga berpotensi terdampak, antara lain Kabupaten Bolaang Mongondow, Minahasa Selatan, Manado Tua, Kota Manado, Kepulauan Sitaro, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, serta Kabupaten Kepulauan Talaud, diperkirakan mengalami banjir rob pada 14–17 Juli 2026.

Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah antisipasi sejak dini.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir, agar mengamankan barang-barang penting, memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, serta mengikuti setiap arahan dari pemerintah dan pihak berwenang apabila terjadi peningkatan dampak akibat pasang air laut yang tinggi,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat yang beraktivitas di laut, seperti nelayan, operator kapal, maupun pelaku usaha pesisir, diharapkan selalu memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG sebelum melakukan aktivitas di perairan.

Polda Sulawesi Utara melalui Direktorat Polairud juga menyatakan kesiapan untuk melakukan pemantauan serta memberikan bantuan apabila terjadi kondisi darurat di wilayah pesisir selama periode potensi banjir rob tersebut.

Dengan meningkatnya kewaspadaan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, diharapkan dampak yang ditimbulkan akibat fenomena pasang air laut dapat diminimalisir sehingga keselamatan warga tetap terjaga.

banner1

Pos terkait