Tegas Mengusut Kasus, Humanis Melayani: Sosok di Balik Satuan Reskrim Polsek Maesa

NEFAnews.Com BITUNG Dalam hiruk-pikuk tugas penegakan hukum di Satuan Reskrim Polsek Maesa, Polres Bitung, ada sosok yang tak hanya dikenal ketegasannya dalam mengusut kasus, tetapi juga kelembutan hatinya dalam melayani masyarakat.

Ia adalah Aiptu Soeyadi Duhe, S.Sos. Namun, cerita tentang pengabdian Aiptu Soeyadi tidak lengkap tanpa menyebut sang pendamping setia, Ny. Indria Liando Duhe, seorang wanita tangguh yang menjadi motor penggerak di balik kesuksesan keluarga kecil mereka.

Bagi pasangan ini, menjadi abdi negara bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa untuk membangun kehidupan yang bermakna bagi sesama.

Aiptu Soeyadi Duhe menjalani hari-harinya dengan disiplin tinggi sebagai anggota Reskrim. Setiap laporan masyarakat ditanggapinya dengan sigap, sesuai arahan Kapolsek Maesa, AKP Tuege Darus, S.Sos. Namun, di balik kesibukan menyidik dan mengamankan kamtibmas, ia selalu menemukan kekuatan dari istrinya, Ny. Indria Liando Duhe.

Ny. Indria bukan sekadar istri polisi biasa. Sebagai Pengurus Ranting Bhayangkari Polsek Maesa, ia aktif mendukung tugas suaminya sekaligus menggeluti dunia wirausaha. Sejak tahun 2009, pasangan ini merintis UMKM bernama Abbyal Cake & Cookies. Usaha kuliner ini bukan sekadar sumber pendapatan tambahan, melainkan wujud kreativitas mereka dalam berkontribusi pada ekonomi lokal.

Puncak kebanggaan mereka terjadi pada tahun 2018, ketika Abbyal Cake & Cookies mendapatkan kepercayaan dan bantuan modal sebesar Rp5.000.000 dari Mabes Polri. Pada tahun 2020, kolaborasi semakin erat ketika UMKM ini resmi bekerja sama dengan Polsek Maesa Polresta Bitung, menjadi simbol kemandirian ekonomi keluarga besar Polri yang produktif.

Di tengah padatnya jadwal dinas kepolisian dan produksi kue, hati Aiptu Soeyadi dan Ny. Indria tetap peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Mereka menyadari bahwa seragam polisi adalah amanah untuk melindungi, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara sosial.

Pasangan ini kerap turun langsung ke tengah masyarakat, membantu anak-anak putus sekolah di Kota Bitung agar kembali mendapatkan hak pendidikan mereka. Bagi mereka, melihat senyum anak-anak yang kembali bersekolah adalah kepuasan batin yang tak ternilai. Aksi kemanusiaan ini dilakukan dengan rendah hati, tanpa pamrih, murni didasari oleh rasa empati terhadap saudara-saudara mereka yang kurang beruntung.

Keseimbangan antara tugas dunia dan akhirat menjadi prinsip hidup Aiptu Soeyadi. Di sela-sela kesibukan menangani kasus kriminal atau memproduksi pesanan kue,

ia tidak pernah melalaikan kewajiban utamanya sebagai muslim: menunaikan sholat lima waktu. Konsistensi ibadahnya ini menjadi penyejuk hati bagi rekan-rekan sejawatnya dan teladan bagi masyarakat yang dilayaninya.

Kebahagiaan keluarga mereka semakin lengkap dengan kehadiran dua putra tersayang yang masing-masing bernama Zuliando Duhe kini duduk di bangku SD kelas IV dan Septiansyah Duhe kini duduk dibangku sekolah SMA kelas XI (sempat mendapat prestasi dengan menyabet juara 1 Sulut diolahraga  atletik lari sprinter 100 meter usia 16 Tahun), dan Kedua anak ini tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, disiplin, dan nilai-nilai kepedulian sosial.

Kehadiran Aiptu Soeyadi Duhe dan Ny. Indria Liando Duhe di lingkungan Polsek Maesa dan masyarakat Bitung telah menciptakan harmoni yang indah. Mereka membuktikan bahwa seorang polisi bisa tegas dalam hukum, namun lembut dalam pelayanan; sibuk dalam tugas, namun tetap dermawan dalam berbagi; serta sukses dalam karier, namun rendah hati dalam bersikap.

Kisah mereka adalah bukti nyata bahwa integritas seorang abdi negara tidak hanya diukur dari jumlah kasus yang diselesaikan, tetapi juga dari seberapa besar dampak positif yang mereka berikan bagi kehidupan orang lain.

Melalui Abbyal Cake & Cookies, melalui bantuan pendidikan, dan melalui sikap ramah tamah, Aiptu Soeyadi dan Ny. Indria telah menulis catatan emas tentang arti sebenarnya dari “Polisi Hadir Untuk Masyarakat

Pos terkait