Clean and Clear! Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat Ratusan Miliar di Bolmong Masuk Tahap Tender

NEFANEWS.COM, BOLMONG – Langkah menghadirkan akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) memasuki babak baru. Proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Langagon, Kecamatan Bolaang, dengan nilai anggaran mencapai Rp913,4 miliar, resmi memasuki proses tender pada Oktober 2026.

Masuknya proyek strategis tersebut ke tahap pengadaan menjadi perkembangan penting bagi rencana pembangunan fasilitas pendidikan yang diproyeksikan membuka kesempatan belajar lebih luas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Berdasarkan data pengadaan pemerintah, paket pekerjaan itu tercatat dengan nama Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap IIIb Provinsi Sulawesi Utara-1, dengan kode paket 68222445. Proses pengadaan konstruksi dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Pelaksanaan Prasarana Strategis Sulawesi Utara.

Paket senilai Rp913,4 miliar tersebut menggunakan metode tender, masuk kategori bukan usaha kecil/koperasi, serta mencantumkan penggunaan produk dalam negeri.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bolaang Mongondow, Erni Mokoginta, menyambut positif perkembangan tersebut. Ia menilai penayangan tender menjadi kabar baik bagi masyarakat sekaligus menandai kemajuan rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Langagon.

“Alhamdulillah, pagi ini pembangunan konstruksi Sekolah Rakyat Bolmong sudah tayang tender,” ujar Erni.

Kemajuan proyek ini tidak terlepas dari koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow dan pemerintah pusat dalam mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat.

Sebelumnya, dalam audiensi terkait Sekolah Rakyat Tahap III di Kementerian Sosial RI, Pemkab Bolmong memperoleh informasi bahwa rencana pembangunan tersebut telah memenuhi persyaratan. Lahan yang disiapkan juga dinyatakan berstatus clean and clear serta telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Di tingkat daerah, pematangan aspek administrasi dan kesesuaian tata ruang terus dilakukan agar pembangunan berjalan sesuai ketentuan.

Pada 8 Oktober 2026, Sekretaris Daerah Kabupaten Bolmong, Abdullah Mokoginta, memimpin Rapat Forum Penataan Ruang untuk membahas usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Langagon.

Rapat tersebut berfokus pada pemenuhan ketentuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Bolmong memastikan kesiapan pembangunan tidak hanya dari sisi lahan, tetapi juga dari aspek tata ruang dan kelengkapan administrasi.

Tampung 300 Siswa, Kapasitas Disiapkan hingga 1.000 Orang

Sekolah Rakyat di  Langagon, yang memiliki kapasitas hingga 1.000 Orang direncanakan menampung 300 siswa pada tahap awal. Jumlah tersebut terdiri atas 100 siswa tingkat sekolah dasar (SD), 100 siswa sekolah menengah pertama (SMP), dan 100 siswa sekolah menengah atas (SMA).

Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang memenuhi kriteria berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Dengan konsep tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan tidak sekadar menjadi fasilitas pendidikan baru, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak yang menghadapi keterbatasan ekonomi.

Pendidikan diharapkan mampu membuka jalan bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kualitas hidup, dan meraih masa depan yang lebih baik.

Berdasarkan rencana yang telah disampaikan sebelumnya, perekrutan guru dan peserta didik dijadwalkan berlangsung pada Februari 2027. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar ditargetkan mulai berjalan pada Juli 2027.

Dengan telah dimulainya proses tender, tahapan berikutnya menjadi perhatian penting, terutama dalam memastikan proses pengadaan berjalan sesuai ketentuan, pelaksanaan konstruksi terlaksana dengan baik, dan pembangunan dapat diselesaikan sesuai target.

Pemkab Bolmong bersama pemerintah pusat diharapkan terus memperkuat koordinasi dan pengawasan agar seluruh tahapan berjalan efektif serta fasilitas yang dibangun nantinya benar-benar memenuhi kebutuhan pendidikan para siswa.

Bagi Bolmong, Sekolah Rakyat di Langagon membawa harapan yang lebih besar daripada sekadar pembangunan gedung. Kehadirannya diharapkan memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu sekaligus menjadi bagian dari upaya jangka panjang memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

Melalui pendidikan yang lebih mudah diakses, anak-anak dari keluarga prasejahtera diharapkan memiliki kesempatan yang lebih setara untuk tumbuh, berkembang, dan membangun masa depan yang lebih baik.

Pos terkait