NEFANEWS.COM, Boltim – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) bersama Pengurus Yayasan Nizammudin dengan Para Sangadi di Kecamatan Modayag dan Modayag Barat, menggelar Rapat Koordinasi (rakor) terkait kesiapan pelaksanaan Hari Santri se – Provinsi Sulawesi Utara yang dipusatkan yang fokuskan di Pondok Pesantren Nizammudin, Desa Liberia.
Rakor tersebut kaitan pelaksanaan hari santri yang dirangkaikan dengan Pekan Olahraga dan Seni dan Agama antar Pondok Pesantren se – Provinsi yang berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 18 -22 Oktober, 2026, yang ditutup dengan upacara peringatan hari santri yang akan dipimpin langsung Bupati Boltim, Oskar Manoppo.
Dipimpin langsung Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab Boltim, Hendra Tangel., rakor juga turut dihadiri Kadis Pendidikan Chandra Mokoginta., Kadis Perkim Arman Dali., Pimpinan Ponpes Nizamuddin Ansor Alip., Staf Ahli Bupati Rusdi Gumalangit., Perwakilan Kementerian Agama Provinsi Sulut, Dinas Terkait., dan para Camat dan Sangadi di Kecamtan Modayag Bersatu.
Dalam rapat tersebut membahas sekaligus mengevaluasi kesiapan selama pelaksanaan perlombaan sampai pada hari penutupan kegiatan.
Adapun pembahasan meliputi sejumlah kesiapan diantaranya venue atau lokasi pelaksanaan perlombaan, tim medis, kesiapan panitia, dan akomodasi para santri yang diperkirakan mencapai 200 -an peserta.
“Rapat ini membahas kesiapan sekaligus evaluasi. Termasuk akomodasi para santri terkait kosumsi dan tempat tinggal karna menginggat jumlah peserta melebihi dua ribuan santri,” ujar Asisten I Bidang Pemerintah, Hendra Tangel., yang juga dipercaya sebagai Ketua Panitia Kabupaten pelaksanaan hari santri nasional tingkat provinsi.
Selain itu, menuru Hendra., menyangkut venue perlombaan juga menjadi pembahasan penting mengingat beberapa cabang olahraga yang tidak memungkinkan dipusatkan di lokasi pondok pesantren Nizamuddin.
“Selain akomodasi dan kosumsi santri, venue olahraga juga dimantangkan mengingat lokasi pondok pesantren tidak memadai untuk pelaksanaan semua perlombaan,” ucap Hendra.
Ia berharap kegiatan tersebut mendapat suport dari semua masyarakat Boltim khusunya masyarakat dan para kepala desa di sekitar kegiatan.
“Kami berharap kegiatan ini berjalan sukses. Olehnya kami meminta kepada seluruh masyarakat Boltim terutapa para sangadi (dibaca: kepala desa) dan masyarakat untuk turut berpartisipasi dan turut mensukseskan kegiatan tersebut,” harapnya.
Hari santri nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober disahkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo melalui keputusan presiden nomor 22 tahun 2015, yang juga merupakan hari peringatan untuk mengenang dan menghormati peran besar para kiai, ulama, serta kaum santri dalam merebut, mengawal, dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Berikut adalah pengelompokan jenis perlombaan yang sering diadakan:
- Bidang Keagamaan & Akademik
- Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) atau lomba baca kitab kuning.
- Tilawah, Tartil, dan Tahfiz Al-Qur’an (mulai dari surat pendek, Juz Amma, hingga kategori beberapa juz).
- Cerdas Cermat Islami (sejarah Islam, kisah para nabi, kehidupan pesantren, dan Resolusi Jihad).
- Lomba Pidato dan Ceramah (menggunakan Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, atau Bahasa Inggris).
- Hafalan Hadis (seperti Hadis Arba’in) dan doa harian / tahlil beregu, Lomba Azan
- Olahraga Tradisional & Umum: Sepak bola/mini soccer, bola voli, serta berbagai cabang olahraga antarpesantren.
Dee.









