Delegasi Polda Sulut Di Davao City Filipina, Dirpolairud Polda Sulut Berikan Paparan Geografis Krusial Mengenai Batas Maritim Kedua Negara.

Nefanews.com, Sulut – Memasuki Hari Terakhir Delegasi Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara melakukan kunjungan resmi dan pertemuan koordinasi ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Davao City, Filipina, pada Rabu (30/9/2026).

Rombongan dipimpin langsung oleh Irwasda Polda Sulut Kombes Pol. Amin Litarso, S.H., didampingi Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., serta Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sulut Kombes Pol. Nonie J. Sengkey, S.P., M.Si.

Kedatangan jajaran pimpinan Polda Sulut disambut hangat dan penuh kehormatan oleh pimpinan KJRI Davao City serta Police Regional Office (PRO) 11 Davao Region.

Usai tiba, delegasi langsung mengisi buku tamu, Pertukaran Cindra mata dan foto bersama sebagai simbol persahabatan dan komitmen bersama.

Upaya mempererat kerja sama dan koordinasi lintas negara demi menjaga keamanan serta ketertiban wilayah perbatasan Sulawesi Utara diwujudkan secara nyata.

Pertemuan strategis ini berlangsung di Ruang Rapat KJRI Davao City mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WITA

Dalam paparannya, Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas memaparkan data geografis krusial mengenai batas maritim kedua negara. Ia menjelaskan bahwa

1. Batas Wilayah & ZEE

“The boundary between the two countries also includes the Exclusive Economic Zone (EEZ) boundary between Indonesia and the Philippines, which is defined by eight geographic coordinate points.”

(Batas antara kedua negara juga mencakup batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) antara Indonesia dan Filipina, yang didefinisikan oleh delapan titik koordinat geografis.)

2. Panjang Garis Batas

“The boundary between the two countries spans 1,162.2 kilometers (627.5 nautical miles; 722.2 miles), crossing the Celebes Sea and the Philippine Sea.”

(Batas antara kedua negara membentang sepanjang 1.162,2 kilometer (627,5 mil laut; 722,2 mil), melintasi Laut Sulawesi dan Laut Filipina.)

3. Jarak Tempuh Laut (Manado – Filipina)

“The sea travel distance from Manado to the Philippines is approximately 126 kilometers (78 miles). The journey by ferry can take around 10 hours.”

Jarak tempuh laut dari Manado ke Filipina adalah sekitar 126 kilometer (78 mil). Perjalanan menggunakan feri dapat memakan waktu sekitar 10 jam.

4. Waktu Tempuh Udara (Sulawesi Utara – Manila).

“The flight time from North Sulawesi to Manila (there are no direct flights; a layover is required) ranges from a minimum of 8 hours 36 minutes to 9 hours 53 minutes (via Singapore), or up to 16–23 hours, depending on the duration of the layover.”

(Waktu penerbangan dari Sulawesi Utara ke Manila (tidak ada penerbangan langsung; diperlukan transit) berkisar dari minimal 8 jam 36 menit hingga 9 jam 53 menit (via Singapura), atau hingga 16–23 jam, tergantung durasi transinya).

“Jarak tempuh laut dari Manado ke Filipina hanya sekitar 126 kilometer atau 10 jam menggunakan feri.

Sementara waktu penerbangan minimal dari Sulawesi Utara ke Manila adalah 8 jam 36 menit. Data ini menunjukkan betapa dekatnya kita, sehingga sinergi keamanan menjadi mutlak diperlukan,” jelas Kombes Pol. Bayuaji.

Lebih lanjut, Dirpolairud menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PRO 11 Davao Region atas sambutan yang luar biasa. “Terima kasih banyak atas keramahan tuan rumah.

Semoga kunjungan ini dapat menjadi dukungan dan solidaritas yang lebih baik antara Sulawesi Utara dan Filipina untuk bersama-sama menegakkan hukum dan menjaga kedaulatan wilayah masing-masing.

Kunjungan ini  bahwa keamanan perbatasan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan hasil kolaborasi erat antar-negara bertetangga.

Dengan pendekatan humanis dan profesional, Polda Sulut dan mitra kepolisian Filipina berkomitmen menciptakan kawasan perbatasan yang aman, stabil, dan sejahtera bagi masyarakat kedua belah pihak,” Pungkas Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas.

Pos terkait