NefaNews BOLMUT – Terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Utara periode 2026–2031, Mohammad Aditya Pontoh, S.IP (MAP) menegaskan komitmennya untuk membangun PPP Sulut yang lebih solid, modern, dan kompetitif.
Dalam sambutannya, MAP menekankan bahwa kepemimpinan yang akan dijalankannya bukan sekadar seremonial, tetapi kerja nyata.
“PPP di Sulut tidak boleh hanya hadir di baliho dan spanduk. Kita harus hadir di tengah rakyat, menyentuh masalah mereka, dan memberi solusi. Kalau tidak, kita akan ditinggalkan.”
MAP juga mengingatkan seluruh kader agar meninggalkan konflik internal dan kepentingan pribadi.
“Saya tidak akan toleransi manuver yang melemahkan organisasi. Yang mau bekerja — mari tetap bersama. Yang hanya datang saat pembagian kekuasaan — lebih baik mundur.”
Diketahui, MAP memperoleh dukungan 13 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari total 15 DPC kabupaten/kota se-Sulawesi Utara. Dukungan besar ini disebutnya sebagai amanah sekaligus tantangan.
“Dukungan 13 DPC ini bukan sekadar angka. Ini peringatan bahwa PPP harus berubah. Target kita jelas: kursi bertambah, suara rakyat meningkat, dan PPP kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan.”
MAP menegaskan fokus utama kepemimpinannya akan diarahkan pada penguatan struktur hingga tingkat ranting, kaderisasi, serta peningkatan peran partai dalam memperjuangkan aspirasi umat dan masyarakat.
“Kita tidak akan lagi berjalan dengan agenda reaktif. PPP Sulut harus punya arah, program, dan keberanian bersuara untuk kepentingan publik.”
Dengan dukungan mayoritas DPC, kepemimpinan MAP diharapkan mampu membawa energi baru dan mendorong PPP Sulut tampil lebih kuat pada kontestasi politik mendatang.








