Gubernur Sulut Pacu Kembali Semangat Berkuda di “Pacuan Kuda New Year Cup 2026”

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling saat membuka lomba pacuan kuda di Tompaso, Minahasa. (Ist).

NEFAnews.com, Sulut – Kota kecil di semenjung Sulawesi Utara (Sulut) di Minahasa, Tompaso, terdapat kebiasaan masyarakat lokal yang sejak dahulu menjadikan hewan peliharaan jenis kuda sebagai tunggangan dan alat transportasi berupa “Kuda Bendi”, sekaligus untuk keperluan pertanian.

Selain untuk kebutuhan hidup, oleh masyarakat lokal sejak masa penjajahan Belanda, Hewan peliharaan ini dijadikan sebagai wahana hiburan dan rekreasi bagi pejabat kolonial dan bangsawan.

Bacaan Lainnya

Di Tompaso, Minahasa, kuda pertama kali dibawah kolonial Belanda yang kemudian dipelihara guna keperluan sehari-hari dan terus berkembang hingga menjadi wahana hiburan lewat lomba pacuan kuda yang hingga kini menjadi tradisi bagi masyarakat setempat

Sejarah masuknya kuda di Sulut, Minahasa, Tompaso yang kemudian adanya tradisi lomba pacuan kuda dimulai sejak tahun 1880 hingga 1960, seperti dicatat dalam buku sejarah lokal oleh H.M. Taulu.

Pacuan kuda di Tompaso saat ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga bagian dari acara komunitas dan perayaan adat, seperti perayaan HUT Minahasa atau acara tahun baru (New Year Cup).

Acara-acara ini sering kali menyedot perhatian massa yang besar dan menjadi simbol kebangkitan pariwisata olahraga di Sulawesi Utara.

Untuk menjaga dan melestarikan terus tradisi yang sudah mengakar di masyarakat Minahasa khusunya masyarakat Tompaso, Gubernur (Sulut), Mayjen TNI (Purn). Yulius Selvanus Komaling (YSK) kembali memacu semangat berkuda dengan menggelar lomba Pacuan Kuda New Year Cup 2026, yang digelar di Gelanggang Pacuan Kuda Desa Pinaesaan, Kecamatan Tompaso Barat, Minahasa. Sabtu (03/01/2026).

Semangat YSK menggembalikan tradisi lomba pacuan kuda ini, berawal saat mengunjungi gelanggang atau Venue pacuan kuda yang kemudian oleh Gubernur berdarah Minahasa ini berinisiatif untuk kembali melestarikan uji nyali menunggang kuda lari ini lewat lomba Pacuan Kuda New Year Cup 2026.

“Saya baru pertama kali melihat bagaimana antusiasme masyarakat Sulawesi Utara terhadap pacuan kuda. Jujur, saya kaget. Awalnya saya datang hanya untuk melihat fasilitas venue yang ada di sini,” ujar YSK saat menghadiri pembukaan lomba pacuan kuda yang diikuti ratusan Joki yang lengkap dengan atribut berkuda.

Sebagai bentuk keseriusan dan suport Bu terhadap lomba tersebut, Suami dari Aniek Selvanus ini saat hadir mengenakan kemeja kotak-kotak di padu jelana jeans warna biru dongker selaras, dengan sepatu both dan topi Koboi, membuat masyarakat Tompaso lebih semarak dan penuh semangat.

“Saya kasih tahu kepada penonton semua, pacuan kuda se-Asia nantinya bisa berbondong-bondong datang ke sini” ucap Gubernur penuh semangat dan disambut hiruk pikuk dan tepuk tangan meriah dari semua penonton.

Melalui kesempatan ini, YSK menghimbau sekaligus mengajak kepada masyarakat Sulut khususnya Tompaso, untuk bersama-sama menjaga dan merawat kuda pacu dan fasilitas olahraga.

“Sulut sedang ditantang untuk segera naik kelas sebagai tuan rumah berbagai kejuaraan besar. Karena itu saya mengajak masyarakat, mari sama-sama kita jaga tempat ini. Kita ditantang tidak lama lagi untuk menjadi tuan rumah. Untuk itu, mari tunjukan keramahan kita sebagai tuan rumah yang baik.” ajak YSK optimis.

YSK berharap dengan adanya event besar seperti ini, berpotensi menjadi wahana hiburan dan pariwisata serta berdampak ekonomi.

“Ajang Pacuan Kuda New Year Cup 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan pariwisata di Sulut, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal di sekitar venue,” pungkasnya.

Diketahui, dalam kesempatan ini juga, gubernur sulut mengungkapkan bahwa! Pemprov Sulut telah mengalokasikan anggaran yang signifikan untuk perbaikan dan peningkatan sarana dan prasarana olahraga di berbagai daerah. */Dee

 

banner1

Pos terkait