Gubernur Sulut Terbang Menuju Siau Tinjau Lokasi dan Berbaur dengan Warga Terdampak Banjir Bandang 

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, terbang menuju kepulauan Sitaro melihat langsung lokasi dan warga terdampak banjir bandang.

NEFAnews.com, Sulut. Untuk memastikan penyaluran bantuan tetap sasaran,dan melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak Banjir Bandang, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus., langsung terbang menggunakan Pesawat Susi Air, di Bandara Internasional Sam Ratulangi, menuju Kepulauan Sitaro, dini hari. Selasa (2/1/2015).

Keputusan ini diambil usai Gubernur memimpin rapat bersama Forkopimda dan dan seluruh jajaran Pemprov Sulut, setelah membahas persiapan penangan cepat tanggap terhadap warga masyarakat yang terdampak banjir bandang di Siau.

Bacaan Lainnya

Bersama tim rescue BPBD Pemprov Sulut, dan Forkopimda, Gubernur Sulut bersama Forkopimda dan jajarannya langsung bergegas menuju bandara guna melakukan penerbangan menuju lokasi banjir bandang di kepulauan Sitaro.

Setibanya di Kabupaten Siau, Gubernur melihat langsung meninjau lokasi kejadian dan berbaur dengan warga masyarakat guna mendengarkan langsung keluhan serta berbagi suka dan duka dengan warga yang masih merasakan kesedihan mendalam.

Kehadiran Gubernur Yulius Selvanus., bersama rombongan dan bantuan logistik,  sangat membantu meringankan beban dan kesedihan warga sekaligus menjadi bukti nyata kepemimpinan yang merakyat dan bertanggungjawab.

Adapun lokasi terdampak banir bandang yang menjadi tujuan kunjungan Gubernur Yulius Selvanus yakni; Lindongan III, Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur.

Kita ketahui bersama, Kabupaten Siau Kabupaten Sitaro, Senin (5/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.00, diterjang banjir bandang disebabkan intensitas curah hujan yang tinggi.

Akibatnya, 14 orang meninggal dunia, sejumlah rumah warga dan fasilitas umum mengalami rusak parah, dan sampai hari ini tim SAR masih terus melakukan pencarian terhadap beberapa warga yang dilaporkan hilang.

Hingga berita ini diturunkan, kerugian akibat bencana alam banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di kepulauan Sitaro, belum bisa ditaksirkan.

Dee.

 

 

 

 

 

banner1

Pos terkait