Kejati Sulut Apresiasi Potensi Wisata Bolmut, Dorong Percepatan Infrastruktur dan Tata Kelola Pertambangan di Bolmut

NefaNews.Com BOLMUT — Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut) Jacob Hendrik Pattipeilohy, memberikan apresiasi tinggi  terhadap potensi wisata dan pembangunan yang ada di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, khususnya kawasan Pantai Wisata Pinagut Desa Boroko Timur Kecamatan Kaidipang.

Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja bersama jajaran pemerintah daerah. Ia mengaku terkejut dengan keindahan alam dan potensi wisata yang dimiliki kawasan pesisir tersebut.

“Saya sangat surprise melihat potensi yang ada di Bolmut. Awalnya saya pikir biasa saja, ternyata luar biasa. Garis pantainya indah, penataannya keren, dan ini punya masa depan besar,” ujarnya.

Menurut Kejati, pengembangan sektor wisata di Bolmut perlu didukung dengan akses transportasi yang memadai, terutama jalur udara.

“Tantangannya sekarang bagaimana memudahkan akses ke Bolmut. Kalau bisa ada satu penerbangan dulu, pesawat bisa masuk ke sini, itu akan sangat membantu pariwisata,” katanya.

Ia menilai, pembangunan yang dilakukan Pemerintah Daerah saat ini sudah berada di jalur yang tepat dan menunjukkan proses yang progresif.

“Semua ini ada prosesnya. Yang kita lihat hari ini adalah pengembangan ke depan yang sangat luar biasa,” tambahnya.

Soroti Tata Kelola Pertambangan

Selain sektor pariwisata, Kejati juga menyinggung persoalan pertambangan yang masih berjalan di wilayah Bolmut. Ia menekankan pentingnya pembenahan tata kelola agar aktivitas tambang berjalan secara legal dan tidak merusak lingkungan.

“Kita harus membenahi mindset masyarakat, regulasi, dan teknologi. Semua harus dilakukan secara komprehensif melalui kolaborasi pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat,” tegasnya.

Ia menyoroti masih adanya praktik penjualan hasil tambang secara ilegal yang merugikan negara dan masyarakat.

“Jangan sampai barang dibawa keluar dengan cara gelap. Masyarakat hanya terima gaji, sementara keuntungan besar dinikmati pihak lain,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan persuasif dan edukatif lebih penting dibanding tindakan represif.

“Kita tidak bisa langsung keras. Harus ada edukasi dulu, pembenahan tata kelola wilayah, legalitas, dan penguatan kapasitas masyarakat,” katanya.

Dorong Pemanfaatan Teknologi

Kejati juga mendorong agar masyarakat diberikan akses teknologi dalam pengelolaan sumber daya alam, khususnya pertambangan rakyat.

“Kalau kita sudah punya perusda, koperasi, tapi tidak punya teknologi, kita tetap kalah. Harus ada teknologi terapan yang ramah lingkungan,” jelasnya.

Ia menilai selama ini teknologi pengolahan masih dikuasai pihak luar, sehingga masyarakat lokal hanya menjadi pekerja.

“Kalau kita kuasai teknologinya, masyarakat bisa mandiri dan sejahtera,” tambahnya.

Dukung Program Prioritas Nasional

Lebih lanjut, Kejati menegaskan komitmennya mendukung program prioritas nasional, seperti ketahanan pangan, energi, ekonomi biru, dan ekonomi hijau.

“Kami baru dapat arahan dari pusat. Semua harus bersinergi dan berkolaborasi untuk menunjang program prioritas,” ungkapnya.

Menurutnya, Bolmut memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor kelautan, perikanan, pertanian, dan lingkungan hidup secara berkelanjutan.

“Ekonomi biru, ekonomi hijau, ketahanan pangan, semua ada di sini. Tinggal bagaimana kita kelola bersama,” katanya.

Ajak Budayakan Kebersihan
Dalam kesempatan tersebut, Kejati juga mengajak masyarakat untuk menjadikan kebersihan lingkungan sebagai budaya, khususnya di kawasan wisata.

“Kita jadikan kebersihan sebagai budaya. Ini penting untuk masa depan pariwisata dan masyarakat,” ujarnya.
Ia mencontohkan kegiatan bersih-bersih pantai sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

“Kebersihan lingkungan harus terus kita jaga bersama,” tutupnya.

banner1

Pos terkait