NEFAnews.com – Pembentukan Provinsi Bolaang Mongondow Raya (PBMR) untuk saat ini masih dalam tahap persiapan administrasi dan dokumen oleh panitia PBMR.
Bahkan hasil pertemuan Panitia PBMR bersama Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus Komaling., keduanya membahas segala persiapan baik secara administrasi, dokumen maupun persyaratan lain yang dinilai dari sumber daya manusia (SDM) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) maupun Sumber Daya Alam (SDA) yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pun adanya gerakan berupa aksi dari sekelompok orang yang mendesak dibukanya moratorium agar percepatan pembetukan PBMR cepat terwujud nilai belum saatnya, mengingat kondisi ekonomi secara nasional belum membaik.
Tanggapan lain datang dari Panglima Brigade Bogani Indonesia, Jemmy A. Lantong., mengatakan bahwa persoalan PBMR ibarat adalah penumpang pesawat yang siap lepas landas.
“Jika diibaratkan moratorium dalah pesawat yang akan terbang, dan calon DOB adalah penumpang, maka PBMR hari ini sudah memegang tiket bahkan sudah check in, hanya pesawat sedang mengalami penundaan penerbangan atau Delay saja, sehingga diharapkan tidak ada gerakan yang menganggu persiapan sistem penerbangan,” ujar Panglima Jemmy Lantong yang juga Ketua Aliansi Masyarakat Adat Bolaang Mongondow Raya atau AMABOM.
Oleh sebab itu, Panglima meminta Kepada semua masyarakat adat BMR yang tergabung di Brigade Bogani, AMABOM maupun Bobay adat, agar tidak terlibat aksi yang menuntut pembentukan PBMR.
“Upaya kita untuk pembentukan PBMR sudah tinggal selangkah lagi dan kita sudah berjuang sejak tahun 2011 dan saat ini bukan momen yang tepat untuk menuntut itu karena akan sia-sia. Nakmun Jika ada kelompok masyarakat BMR yang melakukan aksi maka itu hak mereka tidak perlu kita komentari, karena mereka juga sama seperti masyarakat BMR lainya ingin PBMR segera terwujud,” ucap Panglima
Ia menegaskan, sebagai ormas adat dan garda terdepan menjaga Tanah Totabuan Bolaang Mongondow, kita punya cara lain untuk menyuarakan PBMR.
“Kita AMABOM dan Brigade Bogani ada saatnya turun aksi untuk menyuarakan persoalan PBMR dengan cara dan waktu yang tepat, dengan analisa dan pertimbangan yang terbaik, sehingga aksi membuahkan hasil yang maksimal,” tegasnya.
Ia kembali mengajak kepada semua masyarakat terutama yang tergabung di AMABOM dan Brigade Bogani agar bisa menahan diri dan menghargai dan menghormati hasil pertemuan Gubernur Sulut, YSK bersama Panitia PBMR serta mendukung program pemerintah pusat, provinsi dan daerah, terutama program pemerintah provinsi dibawah pemerintahan Gubernur Yulius Selvanus yang saat ini fokus terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah Bolaang Mongondow Raya,” pungkasnya.
Berikut isi imbauan resmi dari Panglima Brigade Bogani Bolaang Mongondow Raya:

Dee.










