NefaNews.Com BOLMUT – Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) resmi menandatangani Nota Kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) bersama PT. Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Prisma Dana terkait mekanisme pemotongan tunjangan dan/atau penghasilan lainnya dari Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk angsuran pinjaman konsumtif. Selasa (13/01/2026.
Penandatanganan MoU tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Bolmut, Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan dan kepastian layanan keuangan bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Bupati Sirajudin Lasena menyampaikan bahwa kerja sama ini bertujuan menciptakan sistem pembayaran angsuran pinjaman yang tertib, aman, dan terkontrol, sehingga tidak memberatkan ASN serta tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Melalui kerja sama ini, ASN dapat memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjamin, namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tanggung jawab,” ujar Bupati.
Sementara itu, pihak PT. BPR Prisma Dana menyambut baik penandatanganan MoU tersebut. Perwakilan manajemen BPR Prisma Dana menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk dukungan nyata lembaga keuangan dalam meningkatkan kesejahteraan ASN di daerah.
“Kami berkomitmen untuk memberikan layanan perbankan yang profesional, transparan, dan sesuai regulasi. Mekanisme pemotongan tunjangan ini justru memberikan kepastian bagi ASN dalam memenuhi kewajiban angsuran kredit secara tertib dan tepat waktu,” ungkap pihak BPR Prisma Dana.
Pihak BPR Prisma Dana juga menegaskan bahwa seluruh proses pembiayaan akan dilakukan secara selektif dan tetap mengacu pada prinsip kehati-hatian perbankan, sehingga tidak menimbulkan risiko finansial bagi ASN maupun pemerintah daerah.
Kerja sama antara Pemda Bolmut dan PT. BPR Prisma Dana ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan lokal, sekaligus mendorong pengelolaan keuangan ASN yang lebih sehat, akuntabel, dan berkelanjutan.








