NEFANEWS.COM, Bolmong – Baru – baru ini beredar photo di media sosial platform Facebook, se sosok pria dengan wajah penuh luka dan babak belur akibat dikeroyok sejumlah pemuda di Desa Bumbungon Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
Diketahui pria dalam unggahan tersebut bernama Jeky Maindoka warga desa yang sama, dan akun Facebook yang menggunggah photo tersebut, tak lain adalah istri korban sendiri yakni akun Facebook atas nama Trivena Kesek.
Unggahan tersebut pun, mendapat perhatian publik dan dukungan untuk segera mengadukan kejadian tersebut pihak berwajib.
Asal mula kejadian belum diketahui pasti, nakmun saat ini korban tengah dalam penanganan medis akibat luka parah dibagian wajah dan kepala serta sekujur tubuh.
Yang menjadi sorotan publik kejadian pengeroyokan terjadi dihadapan istri dan anak korban yang masih balita.
Menyaksikan suaminya dikeroyok sejumlah warga, Trivena mengaku tak bisa berbuat apa-apa karena tengah menggendong buah hati mereka yang masih balita. Dan Ia sesalkan lagi, saat peristiwa pengeroyokan tidak mendapat pertolongan dari warga yang berada di lokasi kejadian.
Kejadian ini pun menuai kecaman publik karena peristiwa pengeroyokan terjadi pada saat korban sedang mengendara kendaraan mobil ambulance yang bertugas membantu melayani kesehatan masyarakat.
Peristiwa ini pun tak luput dari perhatian pemerintah daerah Bolaang Mongondow, yang menyayangkan peristiwa tragis menimpa keluarga Maindoka – Kesek.
Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi., angkat bicara terkait tragedi pengeroyokan terhadap warga yang juga sebagai sopir ambulance yang memiliki peran penting dalam menyelamatkan nyawa orang.
“Petugas ambulans hadir untuk membantu masyarakat dalam situasi darurat. Karena itu, tindakan kekerasan terhadap siapa pun yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan sangat disayangkan dan tidak boleh terjadi,” tegas Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow, I Ketut Kolak, menjelaskan bahwa korban memang merupakan sopir ambulans partai. Namun menurutnya, keberadaan ambulans tersebut tetap membantu pelayanan kesehatan masyarakat dan mendukung tugas-tugas pemerintah di bidang kesehatan.
“Walaupun yang bersangkutan merupakan sopir ambulans partai, namun tugas yang dijalankan tetap berkaitan dengan pelayanan kemanusiaan dan membantu kerja-kerja pemerintah di bidang kesehatan. Karena itu, kejadian ini tentu menimbulkan keprihatinan bagi kami,” ujar I Ketut Kolak.
Ia menegaskan bahwa seluruh petugas kesehatan maupun pengemudi ambulans, baik dari fasilitas pemerintah maupun pihak lain yang membantu masyarakat, seharusnya mendapatkan perlindungan dan rasa aman saat bertugas.
Terkait peristiwa ini, pihak media kami mencoba menghubungi pihak kepolisian resort (Polres) Bolmong melalui kontak whatsapp pribadi Kasat Reskrim, guna mengkonfirmasi adanya aduan dari pihak keluarga korban.
Namun hingga berita ini diturunkan, media kami belum mendapat jawaban.
Dee.










