NEFANEWS.COM, BOLMONG – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) memperkuat komitmen pelestarian lingkungan melalui dukungan terhadap pembentukan Forum Multipihak Pengelolaan Areal Preservasi. Forum ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan organisasi lingkungan dalam menjaga keanekaragaman hayati sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Bolmong, Dony Lumenta, S.Tr.T., saat menghadiri lokakarya pembentukan forum multipihak yang digagas Wildlife Conservation Society (WCS), Senin (28/9/2026), di Hotel Sutanraja, Kotamobagu.
Lokakarya dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, S.IP., dan diikuti sejumlah pemangku kepentingan dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten, hingga sektor swasta.
Dalam sambutannya, Dony menyampaikan bahwa pengelolaan areal preservasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar upaya konservasi dapat berjalan beriringan dengan kepentingan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Menurutnya, forum multipihak diharapkan mampu membangun komunikasi yang terbuka, menyatukan pemahaman, serta menghasilkan langkah konkret dalam menjaga kawasan yang memiliki fungsi ekologis penting.
“Keberadaan forum ini diharapkan tidak hanya menjadi jembatan komunikasi, tetapi juga mampu memberikan dampak positif yang nyata terhadap peningkatan sektor ekonomi masyarakat setempat. Kami mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga lingkungan, alam, dan satwa di sekitar kita,” ujar Dony.
Ia juga menekankan pentingnya memahami kondisi sosiologis masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan preservasi. Dengan demikian, kebijakan dan program Sekretaris Daerah Bolmong, Abdullah Mokoginta, S.H., M.Si., turut hadir bersama jajaran perangkat daerah, meliputi Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perkebunan, Dinas Pertanian, dan Dinas Pariwisata.
Hadir pula para camat dan perwakilan pemerintah desa, termasuk Sangadi Desa Pusian, Apado, Tuduaog, dan Tuduaog Baru. Selain itu, lokakarya melibatkan perwakilan Pemkab Bolaang Mongondow Selatan, perangkat daerah Provinsi Sulawesi Utara, UPTD KPH I, serta WCS.
Keterlibatan dunia usaha juga menjadi bagian penting dalam membangun sinergi pengelolaan lingkungan. Sejumlah perusahaan yang berpartisipasi di antaranya PT Pertamina Geothermal, PT CONCH, PT Monumen Energi Nusantara, dan Perumda Tirta Bukaka Kabupaten Bolmong.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Bolmong berharap terbentuknya forum multipihak dapat ditindaklanjuti dengan koordinasi dan kerja sama yang berkesinambungan. Upaya ini diharapkan mendukung pengelolaan areal preservasi yang berorientasi pada pelestarian lingkungan, perlindungan satwa liar, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.









