NEFANEWS.COM, BOLTIM – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mulai memperkuat tata kelola aparatur sipil negara (ASN) berbasis kompetensi dan meritokrasi melalui pelaksanaan Asesmen Profiling ASN atau PRO ASN Tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemkab Boltim dalam mempercepat penerapan manajemen talenta ASN, dengan menempatkan kompetensi, potensi, kinerja, dan kebutuhan organisasi sebagai dasar dalam pengembangan aparatur.
Pembukaan PRO ASN dihadiri Kepala Tata Usaha dan Umum yang mewakili Kepala Kantor Regional XI BKN Manado, Tony Munayang, ST., MAP., bersama jajaran, Sekretaris Daerah Boltim, Ketua dan Anggota DPRD Boltim, para asisten, pimpinan perangkat daerah, serta seluruh peserta asesmen.
Bupati Boltim, Oskar Manoppo, S.E., M.M., menegaskan bahwa profiling ASN tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kegiatan asesmen, tetapi harus menjadi instrumen untuk memperoleh gambaran objektif mengenai kapasitas aparatur di lingkungan Pemkab Boltim.
“Atas nama Pemerintah Daerah, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kantor Regional XI BKN Manado atas dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan kegiatan ini,” ujar Oskar.
Menurutnya, ASN Boltim memiliki latar belakang pendidikan, pengalaman, kompetensi, karakter, dan potensi yang beragam. Kondisi tersebut membutuhkan pemetaan yang objektif agar setiap potensi dapat dikelola dan dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi.
“Kita membutuhkan data yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. PRO ASN menjadi salah satu langkah untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai potensi dan kompetensi ASN,” tegasnya.
Oskar mengatakan, hasil profiling nantinya harus mampu menjawab kebutuhan organisasi, mulai dari mengetahui kekuatan ASN, kompetensi yang masih perlu diperkuat, kebutuhan pengembangan, hingga potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung pencapaian target pemerintahan.
Karena itu, hasil asesmen akan diarahkan menjadi bagian dari pembangunan manajemen talenta ASN yang terukur dan berkelanjutan.
“Data tersebut kemudian kita gunakan dalam membangun manajemen talenta ASN yang terarah dan berkelanjutan. Manajemen talenta kita arahkan untuk mengenali potensi ASN, mengembangkan kompetensi, memberikan ruang untuk bertumbuh, serta menempatkan kemampuan ASN sesuai dengan kebutuhan organisasi,” jelasnya.
Bupati menekankan, keberhasilan PRO ASN tidak ditentukan hanya dari terlaksananya asesmen. Tantangan sesungguhnya berada pada tahap setelah hasil profiling diperoleh.
Oskar meminta Kepala BKPSDM Boltim memastikan hasil asesmen dikelola secara serius dan dimanfaatkan dalam sistem pengembangan ASN.
Hasil profiling diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan program pengembangan kompetensi, pembinaan karier, pemetaan kebutuhan organisasi, peningkatan kinerja, hingga kebijakan kepegawaian lainnya sesuai ketentuan.
“PRO ASN tidak boleh berhenti pada pelaksanaan asesmen hari ini. Setelah seluruh tahapan selesai, pekerjaan berikutnya adalah mengelola dan menindaklanjuti hasilnya,” tegas Oskar.
Ia juga meminta seluruh kepala perangkat daerah ikut bertanggung jawab terhadap pengembangan aparatur di lingkungan masing-masing.
“Kenali pegawai saudara. Ketahui kemampuan mereka. Berikan kesempatan untuk belajar. Berikan ruang untuk menunjukkan kemampuan. Dan berikan evaluasi yang objektif. Kita membutuhkan pimpinan yang mampu mengembangkan orang-orang yang dipimpinnya,” pintanya.
Kepada seluruh peserta, Oskar meminta asesmen diikuti secara sungguh-sungguh, jujur, dan objektif. Peserta diminta tidak berupaya menampilkan jawaban yang dianggap paling disukai pimpinan.
“Tidak perlu merasa terbebani untuk memberikan jawaban yang menurut saudara paling diharapkan oleh pimpinan. Kita membutuhkan gambaran yang sebenarnya,” katanya.
Menurut Oskar, data yang objektif akan memudahkan pemerintah daerah mengambil keputusan terkait pelatihan, pengembangan kompetensi, pembinaan karier, maupun kebutuhan organisasi.
Di sisi lain, ASN juga diminta tidak hanya menunggu kebijakan pengembangan dari pemerintah, tetapi aktif mempersiapkan diri.
“Bangun kompetensi. Jaga integritas. Tingkatkan kinerja. Dan tunjukkan bahwa setiap tugas yang diberikan dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” pesannya.
Sementara itu, Tony Munayang, ST., MAP., yang mewakili Kepala Kantor Regional XI BKN Manado, mengatakan profiling ASN merupakan bagian penting dalam penerapan meritokrasi dan manajemen talenta.
“Kegiatan profiling ini sangat penting sebagai meritokrasi manajemen talenta. Melalui asesmen ini akan dipotret potensi dan kompetensi ASN,” ujar Tony.
Ia menjelaskan, asesmen profiling ASN dilaksanakan secara berkala, termasuk setiap tiga tahun, sebagai bagian dari upaya mengukur potensi aparatur.
Tony mengapresiasi dukungan Pemkab Boltim dalam pelaksanaan PRO ASN dan berharap hasil asesmen tidak berhenti sebagai data administrasi, tetapi ditindaklanjuti secara sistematis.
“Kami berharap hasil dari asesmen ini dapat ditindaklanjuti secara sistematis, sehingga manajemen talenta ASN di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Dengan dibukanya PRO ASN Tahun 2026, Pemkab Boltim menegaskan arah pembenahan aparatur tidak hanya bertumpu pada pemenuhan kebutuhan kepegawaian, tetapi mulai diarahkan pada pemetaan potensi, penguatan kompetensi, pengembangan karier, dan penempatan ASN berdasarkan kebutuhan organisasi.
Bupati Oskar kemudian secara resmi membuka pelaksanaan Asesmen PRO ASN dalam rangka percepatan penerapan manajemen talenta ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Tahun 2026.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Asesmen PRO ASN dalam rangka percepatan penerapan manajemen talenta ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Tahun 2026, secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.









