Terjadi Lagi! Warga Desa Bakan Keluhkan Hadapi Banjir Bandang Akibat Aktivitas Tambang “Kami sedang Beribadah Puasa”

Ist. (sumber media facebook).

NEFAnews.com – Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah di Bolaang Mongondow Raya dan sekitarnya akhir – akhir ini membuat aktifitas masyarakat dan akses lalulintas terhambat.

Di Desa Bakan Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) misalnya, akibat curah hujan yang tinggi, desa yang berada dibawah kaki gunung yang diketahui terdapat aktifitas pertambangan oleh salah satu perusahaan tambang terkenal ini, harus menerima kenyataan pahit akibat banjir bandang setinggi lutut orang dewasa yang merambah hingga ke rumah – rumah warga.

Sejak kemarin sore akses jalan belum sepenuhnya bisa dilalui terutama jalan penghubung antara Desa Bakan dan Desa Matali Baru, sempat lumpuh dan tak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat akibat luapan sungai disertai material seperti lumpur, batu dan kayu yang menyumbat sungai hingga menggenangi jalan dan pemukiman warga setempat.

Situasi ini dirasa cukup memprihatinkan, terlebih warga masyarakat saat ini tengah menjalankan ibadah puasa dan harus berhadapan dengan banjir bandang yang selain menggangu aktivitas sehari-hari, juga mengganggu kekhusyukan ibadah puasa, serta diperkirakan akan menimbulkan kerugian materil.

Salah satu postingan warga setempat lewat platform media massa (Facebook) akun atas nama Ing Podomi., sejumlah komentar memprihatinkan memenuhi kolom komentarnya.

Dahlan Pautungan misalnya, Ia menyayangkan adanya pengrusakan hutan yang berakibat fatal terhadap keberlangsungan hidup.

“Ini akibat pengrusakan hutan, masyarakat yang menanggung akibatnya,” ucapnya.

Komentar lain datang dari akun FB atas nama Kahru Suwandi yang juga menyesalkan adanya aktivitas perusahaan tambang yang berdampak lingkungan terhadap Desa Bakan dan sekitarnya.

“Bakan jadi korban akibat pengrusakan gunung oleh perusahaan tambang,” ujarnya.

Sementara itu, saat video ditayangkan secara live, terdengar keluhan warga yang merasa lelah dihadapkan situasi banjir yang sudah berulangkali. Terlebih kali ini, selain sibuk menyelematkan perabot rumah tangga dan barang berharga lainnya, warga juga harus tetap bersiaga meski tengah menjalankan ibadah puasa.

Kasiang e torang ada puasa, so jam buka puasa ini. Torang musti mangada banjir, napa so maso dalam rumah capek Torang! (Dibaca: Kasihan, kami sedang berpuasa, sekarang masuk jam berbuka, dan kami dihadapkan dengan banjir, kami capek” keluh warga.

Sebelumnya, hal serupa juga pernah terjadi beberapa bulan lalu tepatnya di bulan Agustus tahun 2025. Dimana, Desa Bakan juga sempat diterjang Banjir bandang, yang diduga juga dari sumber yang sama.

Sumber lain (dikutip dari laman NPM) menurut penuturan warga setempat yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa banjir tersebut merupakan kiriman dari salah satu perusahaan tambang yang sedang beroperasi di gunung Desa Bakan.

“Air Sungai yang sering meluap ini dari arah perusahaan PT JRBM,” tutur warga.

Sementara itu, Kapolsek Lolayan, IPTU Johan Atang, S.H., S.Th., M.A., M.Pd., mengatakan, banjir itu terjadi di titik yang sama pada kejadian sebelumnya.

“Bencana banjir tersebut terjadi akibat hujan lebat, sehingga mengakibatkan air sungai Lolotut yang melintasi Desa Bakan meluap. Banjir terjadi di titik yang sama pada kejadian yang lalu,” kata Kapolsek.

Menurut Kapolsek, banjir tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi.

“Air setinggi lutut orang dewasa dan tidak mengakibatkan adanya korban jiwa, namun ada kurang lebih sekitar 55 rumah warga yang tergenang air. Saat ini kondisi Desa Bakan pun kembali normal dan situasi dinyatakan aman serta kondusif,” tandasnya. */Dee.

 

 

banner1

Pos terkait