NEFANEWS.COM, Bolmong – Untuk meningkatkan produktivitas perkebunan dan taraf ekonomi para petani, Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Yusra Alhabsyi., audiens langsung dengan para petani di 15 Kecamatan.
Memulai kegiatannya, Bupati Bolmong mengunjungi masyarakat petani di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Poigar, Kecamatan Bolaang, dan Kecamatan Bolaang Timur. Yang masing-masing berlangsung di kantor kecamatan dan balai desa.
Hari ini kita fokus membahas sektor pertanian karena ada 80% masyarakat kita bekerja di sektor pertanian. Tidak cukup bagi saya hanya mendengar informasi sehingga penting bagi saya untuk bertatap muka langsung mendengarkan apa saja yang menjadi kendala para pelaku usaha pertanian.
“Pertemuan kita hari ini untuk membangun sinergitas antara masyarakat pelaku petani dan pemerintah desa dan kecamatan guna membahas sektor pertanian mulai dari hilir yakni petani dan usaha pertanian, selanjutnya pada produksi dan pembeli,” ujar Bupati. Mengawali pertemuan yang berlangsung hangat dan interaktif.
Sebagai seorang pemimpin, beban yang tumpuhkan oleh masyarakat adalah bagian dari komitmen yang harus dipikirkan dan dicarikan jalan keluarnya.
Sejumlah keluhan pun disampaikan para pelaku usaha pertanian pun mulai diungkapkan para petani dan langsung mendapat respon dan jawaban langsung dari Bupati.
Di Kecamatan Bolaang misalnya, audiens yang berlangsung di Balai Desa Langagon, sejumlah keluhan disampaikan para petani saat menggarap lahan dan mengelolah hasil pertanian, salah satunya persoalan air yang menjadi penunjang utama pertanian untuk irigasi lahan.
Keluhan ini ddisampaikan salah satu pelaku usaha pertanian Lukman Potabuga., yang tergabung dalam kelompok tani Mandiri Langagon. Ia menuturkan kendala utama yakni sulitnya mendapatkan suplai air untuk mengairi sawahnya.
“Saat ini desa kami memiliki sumur air yang mampu penyuplai air ke lahan pertanian hingga 75 hektar, nakmun memiliki kendala karena harus di suport dengan tenaga listrik. Saat ini kami hanya mengandalkan suplai listrik dari tenaga surya hanya mampu menyuplai hingga sore hari, sehingga suplai air tidak memadai,” tutur Lukman.
Menyikapi persoalan ini, Bupati menawarkan solusi melalui program pemerintah yang merupakan gagasannya sendiri yaitu, Listrik Masuk Sawah.
“Saya menawarkan solusi yang diharapkan ini menjadi solusi dan mempu menjawab kendala irigasi lahan yang tengah dihadapi para petani yakni dengan melakukan program Listrik Masuk Sawah, dimana program ini saya sudah berkoordinasi dengan pihak PLN lewat CSR yang saya alihkan ke sektor pertanian demi meningkatkan produktivitas pertanian. Kaitan dengan kendala ini, akan ada pengadaan listrik yang nantinya dapat digunakan untuk mengatasi kendala penyuplaian air sumur ke lahan pertanian yang saat ini hanya mengandalkan tenaga listrik. Dengan adanya fasilitas listrik PLN, petani bisa menggunakan mesin pompa air listrik yang jauh lebih hemat daripada menggunakan mesin genset atau generator yang menggunakan BBM jenis solar,”ucap Bupati.
Ide gagasan Bupati ini pun kemudian mendapat respon positif dan perasaan gembira dari masyarakat yang hadir semuanya adalah pelaku usaha pertanian. Menurut mereka solusi yang ditawarkan Bupati sangat membantu meringankan beban dari segi finansial maupun mendorong peningkatan kwalitas dan kuantitas produksi pertanian.
Dee.









