NEFAnews.Com BOLMUT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Boroko, Kecamatan Kaidipang, menjadi perhatian publik setelah muncul keluhan terkait menu makanan yang diduga tidak layak saji dan viral di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SDN 13 Kaidipang menegaskan bahwa pihak sekolah tidak menolak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan program pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi peserta didik.
Namun demikian, ia berharap adanya evaluasi dan perbaikan terhadap kualitas makanan yang disajikan kepada para siswa agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Saya tidak menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tapi hanya berharap ada perbaikan terutama soal kualitas dan jaminan menu makanan yang baik bagi anak didik saya,” ujar Kepala SDN 13 Kaidipang, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, program MBG memiliki tujuan yang sangat baik dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak sekolah. Karena itu, kualitas bahan makanan, proses pengolahan, hingga distribusi makanan harus menjadi perhatian utama seluruh pihak yang terlibat.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah proses investigasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara terkait keluhan yang beredar di masyarakat. Dinas Kesehatan sendiri telah melakukan monitoring ke dapur SPPG Kaidipang dan turun langsung ke SDN 13 Kaidipang untuk mengumpulkan informasi.
Hingga saat ini, Dinas Kesehatan belum mengeluarkan kesimpulan resmi mengenai penyebab keluhan tersebut karena sampel makanan yang disajikan pada saat kejadian sudah tidak tersedia untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Sementara itu, pihak sekolah berharap program MBG tetap dapat berjalan dengan baik karena memberikan manfaat bagi para siswa, namun harus dibarengi dengan pengawasan yang ketat agar makanan yang diterima peserta didik benar-benar memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi.










