Ada Ketakutan Masyarakat Menghadapi Kelangkaan BBM, Bakal Terjadi Inflasi di Tengah Efisiensi Anggaran dan Badai El Nino

Ilustrasi.

NEFANEWS.COM, Kotamobagu – Sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Pertalite di SPBU jadi pemicu terjadinya antrean panjang hingga lonjakan harga fantastis di pengecer/depot.

Untuk mendapatkan harga normal di SPBU, masyarakat harus rela mengantre berjam -jam dengan antrian yang cukup panjang yang diperkirakan sepanjang dua kilo meter demi untuk mendapatkan jatah BBM.

Bahkan ada juga yang mengaku telah mengantre sejak dini hari demi mendapatkan jatah BBM. Nakmun ada pula yang telah mengantre berjam – jam, akan tetapi pada akhirnya tidak mendapat bagian.

Yudi misalnya, sopir angkot kendaraan mikrolet trayek Kotamobagu Modayag, asal Desa Bongkudai Kecamatan Modayag, Kabupaten Boltim, mengaku harus mengantri sejak dini hari demi mendapatkan jatah bensin agar bisa narik angkot demi memenuhi kebutuhan keluarga.

“Kita so dari amper siang ba antri. Ini pun blum sampe di pompa bensin. Kalo bagini kasiang torang mo makang apa. Torang sopir –sopir angkot minta pemerintah segera ambil tindakan deng perhatian akang ini keadaan (Dibaca: Saya sudah mengantri sejak pagi. Ini pun belum sampai di pompa bensin. Jika terus begini kami makan apa. Kami minta pemerintah segera ambil tindakan dan memperhatikan situasi saat ini” ucap Yudi sambil mengibaskan topi lusuhnya disebabkan kepanasan di tengah terik mata hari.

Berbeda dengan Ovi Ibu Rumah Tangga asal Kelurahan Biga Kecamatan Kotamobagu Utara yang mengeluh tingginya harga pertalite di pengecer atau depot.

Dirinya juga mengeluhkan biaya transpotasi anak – anak sekolah yang mulai mengalami perubahan tarif yang cukup tinggi hingga harga sembako yang juga terjadi kenaikan harga.

“Torang masyarakat terutama ibu rumah tangga cukup merasakan dampak situasi saat ini akibat sulitnya mendapatkan BBM du SPBU. Bahkan di pengecer pun untuk mendapatkannya sangat sulit dan harganya pun sudah di luar nalar. Akibatnya berdampak terhadap pendidikan anak sekolah karena anak-anak ke sekolah tarif transportasi pun mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi. Bagitu pun sembako saat ini mulai mengalami kenaikan mulai harga, ” keluh Ovi dengan nada kesal.

Ia juga mengeluhkan situasi saat ini yang di rasa semakin sulit akibat kebijakan efisiensi anggaran, inflasi lokal akibat keangkaan BBM hingga musim panas yang berkepanjangan akibat badai el nino yang mengancam keberlangsungan hidup karena mulai kesulitan mendapatkan bahan makanan dari hasil pertanian. Olehnya, Ovi meminta kepada pemerintah agar dapat memperhatikan nasib rakyat.

“Situasi saat ini serba sulit. Mulai dari kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat, di daerah pun terjadi kelangkaan BBM yang memicu kenaikan harga pada barang dan jasa, ditambah lagi musim panas akibat badai El Nino saat ini yang menjadi ancaman bagi kita jika terus berkelanjutan bakal berdampak buruk terhadap keberlangsungan hidup manusia,” uca Ovi lirih.

Diharapkan kelangkaan BBM segera menemui solusi utama untuk mengatasi kelangkaan atau gangguan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), yakni dibutuhkan langkah-langkah penanganan dari pemerintah, optimalisasi distribusi, membentuk satuan tugas (Satgas) pengawasan distribusi lintas sektor untuk menindak penyelewengan, penimbunan, serta memastikan ketepatan sasaran subsidi di daerah. (Dee).

Pos terkait