Iptu Iskandar & Aiptu Soeyadi: Dua Nama Yang Membuktikan Bahwa Pengabdian Paling Mulia Adalah Berbagi

NEFANEWS.COM, BITUNG – Pengabdian seorang anggota Polri tidak selalu diukur dari penangkapan pelaku kejahatan atau pengungkapan kasus besar. Terkadang, prestasi tertinggi justru lahir dari ketulusan hati yang rela berkorban demi kebahagiaan orang lain. Semangat mulia ini diakui secara resmi oleh Polres Bitung melalui pemberian penghargaan kepada dua personel yang aksi kemanusiaannya telah menginspirasi banyak pihak.

Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., secara langsung menyerahkan apresiasi tersebut dalam kegiatan apel di Lapangan Apel Mapolres Bitung, Senin (7/9/2026). Dua penerima penghargaan kali ini adalah Iptu Iskandar Abdul, Kasi Hukum Polres Bitung, dan Aiptu Soeyadi Duhe, S.Sos., anggota Polsek Maesa. Keduanya dipilih bukan karena pencapaian operasional semata, melainkan karena dedikasi tulus mereka dalam menyentuh kehidupan masyarakat secara nyata.

Iptu Iskandar Abdul menerima penghargaan atas keikhlasannya mewakafkan sebidang tanah seluas 1.700 meter persegi di Kelurahan Winenet Dua untuk dijadikan pekuburan umum gratis. Hingga kini, sekitar 50 jenazah warga kurang mampu telah dimakamkan di lokasi tersebut tanpa dipungut biaya sepeser pun, termasuk seorang rekan sesama anggota Polri. Tindakan ini membuktikan bahwa harta paling berharga bukanlah apa yang disimpan, melainkan apa yang diberikan dengan ikhlas.

Sementara itu, Aiptu Soeyadi Duhe diapresiasi atas kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Bersama sang istri, ia menyisihkan dana pribadi untuk memberikan perlengkapan sekolah kepada seorang anak dari keluarga kurang mampu di Girian Bawah. Bantuan sederhana ini menjadi cahaya harapan agar anak tersebut tetap bisa bermimpi dan berjuang meraih cita-cita di tengah keterbatasan ekonomi.

Dalam sambutannya, Kapolres Bitung menegaskan bahwa kedua aksi tersebut adalah cerminan sejati dari filosofi “Polri untuk Masyarakat”.

“Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk kebanggaan kepada anggota yang telah melakukan sesuatu yang luar biasa. Apa yang dilakukan Iptu Iskandar dan Aiptu Soeyadi bukan hanya membawa manfaat bagi masyarakat, tetapi juga mengharumkan nama baik institusi Polri. Tidak semua orang mampu melakukan hal ini; karena itu, kami berharap tindakan positif ini menjadi inspirasi bagi seluruh personel,” ujar AKBP Arie Sulistyo Nugroho.

Ia menekankan bahwa profesionalisme kepolisian harus berjalan beriringan dengan empati sosial. “Sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan memberikan arti besar bagi orang lain. Mari kita jadikan kepedulian sebagai bagian integral dari pengabdian kita,” tegasnya.

Inspirasi untuk Pengabdian Humanis

Pemberian penghargaan ini menjadi momentum penting bagi Polres Bitung untuk terus mendorong budaya pelayanan yang humanis. Melalui teladan Iptu Iskandar dan Aiptu Soeyadi, pesan moral tersampaikan dengan jelas: seragam polisi bukan sekadar simbol kekuasaan, melainkan amanah untuk hadir dengan hati, peduli pada kesulitan sesama, dan memberikan manfaat yang abadi.

Semoga semakin banyak personel yang tergerak untuk berbuat baik, membuktikan bahwa keamanan dan ketertiban yang sejati bermula dari rasa saling mencintai dan menghargai antarmanusia. (Adit).

Pos terkait