NEFANEWS.COM – Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, nama anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Rahman Salehe (RS), belakangan menjadi perhatian publik.
Sejumlah narasi yang beredar di media sosial mengaitkan dirinya dengan dugaan penggunaan narkoba serta mempertanyakan kehadirannya di kantor DPRD.
Isu tersebut kemudian memunculkan beragam reaksi. Ada yang mempertanyakan kebenaran informasi, namun tidak sedikit pula masyarakat yang justru memberikan dukungan moral kepada Rahman.
Bagi sebagian warga yang mengenalnya sejak lama, Rahman bukanlah sosok yang tiba-tiba dikenal setelah duduk di kursi DPRD. Perjalanan hidupnya disebut dimulai dari kerja keras sejak usia muda.
Dari berbagai pekerjaan yang pernah dijalani, termasuk berjualan makanan hingga ikut bekerja di pertambangan rakyat milik orang lain, hingga suatu ketika Rahman perlahan membangun kehidupannya dengan merintis usahanya sendiri selama bertahun-tahun. Kegigihan itu kemudian membawanya hasil yang hingga kini turut membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Di mata sejumlah warga, keberhasilan tersebut tidak hanya dinikmati untuk dirinya sendiri dan kepentingan keluarga.
Bantuan kepada masyarakat tanpa pilih kasih, dukungan terhadap kegiatan keagamaan tanpa melihat perbedaan, diantaranya memberangkat banyak umat muslim untuk menunaikan ibadah umroh, membangun rumah ibadah tanpa melihat berbedaan, kepedulian kepada warga yang mengalami kesulitan ekonomi hingga perhatian kepada anak yatim disebut menjadi bagian dari aktivitas sosial yang selama ini dilakukan Rahman.
“RS yang kami kenal adalah sosok pekerja keras, dermawan dan peduli terhadap sesama,” ujar Usu Paputungan. , warga Tutuyan.
“Selama ini RS ada di hati rakyat Boltim dan sudah banyak memberi berkontribusi terhadap perekonomian rakyat Boltim,” sebut salah satu nitizen pemilik akun Facebook Ridwan Ihzan.
Komentar lain justru menuding ketidaksenangan pihak lain atas pencapaian RS saat ini, serta dugaan menyerang nama baik dan kehormatan RS sebagai wakil rakyat.
“Nda abis” ngoni ini pe iri hati dan dengki. Mancari yang halal bro supaya Tuhan Berkati sama dengan Rahman Salehe., Semakin ngoni fitnah caci dan sebagainya, semakin Tuhan berkati dan lindungi Rahman Salehe. Sukses selalu Rahman Salehe,” ujar Lendy Tumbeleka.
Tak hanya mendapat dukungan dari masyarakat Boltim, Suami dari Jeanuriza Salsabina Mamonto., yang mulai dikenal masyarakat luas khususnya di Bolmong Raya ini pun mendapat dukungan dari masyarakat di luar daerah Boltim.
Menarik lagi, salah satu kolom kemantar datang dari akun Facebook atas nama Dedy Martasen., warga Kota Kotamobagu yang mendorong RS untuk menempuh jalur hukum terkait pemberitaan salah satu media yang dinilai tidak berimbang dan diduga melanggar Kode Etika Jurnalis (KEJ), serta mengandung unsur pelanggaran undang – undang ITE.
“Bukan sebagai masalah, karena urusan kehadiran di kantor sifatnya relatif dan merupakan kewenangan MKD untuk menilai, mungkin sebagai saran supaya berbagai polemik liar akan berhenti bahkan berubah menjadi Konstruktif, RS sudah harus mulai melaporkan secara resmi sebagai diduga pelanggaran-pelanggaran ITE dan penyalahgunaan kewenangan pers KEJ pada UU 40/99,” tutur Dedy.
Namun, di tengah dukungan tersebut, Rahman tidak memilih untuk menghindar dari isu yang berkembang.
Saat ditemui sejumlah awak media usai mengikuti rapat paripurna DPRD Boltim, Senin (21/9/2026), ia justru memberikan penjelasan secara terbuka.
Terkait tudingan jarang berada di kantor, Rahman mengatakan tugas seorang anggota DPRD tidak hanya berlangsung di dalam gedung parlemen.
“DPR itu bukan pegawai administratif. Masa sidang ada yang di dalam gedung untuk rapat paripurna, rapat komisi, dan pembahasan RUU. Tapi di luar itu ada masa reses dan kunjungan kerja. Justru saat itulah pengawasan paling banyak dilakukan,” jelasnya.
Menurutnya , aktivitas anggota DPRD di lapangan merupakan bagian dari fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan.
Namun, perhatian terbesar publik tertuju pada tudingan penggunaan narkoba.
Rahman memilih memberikan jawaban sederhana namun tegas.
Ia menyatakan siap menjalani pemeriksaan apabila instansi yang berwenang melakukan tes urine terhadap anggota DPRD.
“Jika ada instansi terkait yang akan melakukan tes urine di DPRD, saya orang pertama yang siap menjalani pemeriksaan tersebut,” tegasnya.
Pernyataan itu menjadi sikap Rahman menghadapi isu yang berkembang. Ia menyerahkan pembuktian kepada mekanisme pemeriksaan resmi, bukan sekadar perdebatan di media sosial.
Dari informasi yang kami terima dari masyarakat sekitar dimana Rahman Salehe tinggal bersama keluarganya, banyak menuturkan bahwa ayah tiga anak ini merupakan sosok yang sangat rajin sejak masih kanak –kanak. Pasa saat beranjak remaja, RS dikenal sebagai pemuda yang gemar bekerja dan kreatif tanpa pilah pilih pekerjaan demi mendapatkan uang tambahan.
Sosok Rahman Salehe yang hari ini kemudian diterpa isu tak sedap, tidak serta merta menjadi tolok ukur terhadap penilaian masyarakat terhadap kepribadian sosok pribadi yang akrab di sapa Amang.
Masyarakat justru menunjukan simpati dan empati bahkan memberi suport dan doa kepada RS untuk tetap menjadi pribadi yang baik dan pemaaf.
Dee.









