Kapal Penjaga Pantai Filipina, Jepang Dan KN Sarotama KPLP Tiba Dikota Bitung.

Nefanews.com, Kota Bitung | Kota Bitung kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah maritim internasional. Sebagai tuan rumah latihan gabungan penanganan pencemaran laut tingkat regional (Regional MARPOLEX) 2026, Pemerintah Kota Bitung menyambut kedatangan delegasi asing di Dermaga Pelabuhan Samudera Bitung, Kamis (8/10/2026).

Kedatangan Kapal Penjaga Pantai Filipina BRP Gabriela Silang (OPV-8301), BRP Tubbataha (MRRV-4401), serta Kapal Penjaga Pantai Jepang dan KN Sarotama KPLP disambut meriah dengan atraksi Mersin Band dari Kementerian Perhubungan.

Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E., memimpin langsung penyambutan tersebut bersama sejumlah pimpinan delegasi, termasuk Rear Admiral Meniado (Philippine Coast Guard), Captain Kyoko Ono (Japan Coast Guard), dan Dr. Triono dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Indonesia.

Kehadiran para “penjaga lautan” dari negara sahabat ini menjadi bukti nyata komitmen persahabatan dan kerja sama antarnegara dalam menjaga kelestarian ekosistem laut.

Dalam sambutannya, Wali Kota Hengky Honandar menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran seluruh delegasi. Ia menekankan bahwa pelaksanaan MARPOLEX 2026 bukan sekadar simulasi teknis, melainkan wujud solidaritas global menghadapi darurat pencemaran laut.

“Latihan ini merupakan momentum strategis untuk menguji kecepatan, ketepatan personel, kapal, dan peralatan dalam menangani insiden tumpahan minyak atau kecelakaan di laut. Lebih dari itu, ini adalah simbol persahabatan kita dalam melindungi bumi pertiwi yang biru,” ujar Wali Kota

Penyelenggaraan MARPOLEX tahun ini memiliki makna ganda karena bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-36 Kota Bitung dan Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2026.

Di sela-sela jadwal latihan yang padat, Wali Kota mengajak seluruh komandan, kru, dan delegasi untuk menikmati keindahan alam dan budaya lokal.

“Mari sempatkan diri menikmati pesona wisata bawah laut Selat Lembeh, mencicipi kuliner khas cakalang fufu, serta merasakan keramahan budaya Bitung. Ini adalah cara kami berterima kasih sekaligus memperkenalkan kekayaan daerah kepada dunia,” imbuhnya.

Rangkaian acara penyambutan diakhiri dengan doa dan harapan agar seluruh rangkaian latihan dapat berjalan lancar, aman, dan sukses.

Melalui kolaborasi antara Kemenhub, TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, serta negara sahabat, diharapkan wilayah perairan Asia Tenggara semakin aman, bersih, dan lestari bagi generasi mendatang.

Dengan sambutan yang hangat dan profesional, Bitung membuktikan kesiapannya tidak hanya sebagai kota pelabuhan internasional, tetapi juga sebagai pusat diplomasi maritim yang humanis dan berwawasan lingkungan.

Pos terkait