NEFANEWS.COM, Bolmong – Fenomena El Nino kategori kuat atau Super El Nino yang melanda hampir seluruh wilayah Indonesia yang diperkirakan akan berakhir awal tahun 2027, menjadi perhatian khusus pemerintah daerah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
Menyikapi fenomena tersebut, Pemkab Bolmong menggelar rapat koordinasi bersama jajaran pemerintahan daerah yang dipimpin langsung Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi., diruang kerjanya di Lantai III, guna untuk membicarakan langkah – langkah antisipatif menghadapi dampak fenomena El Nino yang berpotensi terjadinya kekeringan di sejumlah wilayah. Jumat (4/9/2026).
Dalam kesempatan ini, Bupati membahas tiga hal penting yang harus diperhatikan seperti; ketersediaan air bersih untuk kebutuhan hidup masyarakat, ketersediaan air untuk pertanian agar produksi pangan daerah tetap terjaga, dan ketersediaan stok beras untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat agar tetap stabil.
“Langkah antisipasi ini perlu dilakukan sejak awal agar dampak yang ditimbulkan oleh badai El Nino dapat diminimalisasi,” ujar Bupati.
Bupati juga menekankan agar sinergi antarinstansi mampu menekan potensi kerugian akibat El Nino yang berdampak terhadap stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan.
Langkah ini untuk memastikan masyarakat di Bumi Totabuan tetap mendapatkan akses air bersih, sektor pertanian tetap mendapat perhatian, dan ketersediaan bahan pangan, khususnya beras, tetap terjaga selama menghadapi kondisi iklim tersebut.
Rakorturut dihadiri Sekretaris Daerah Bolmong Abdullah Mokoginta, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bolmong Renty Mokoginta, serta Direktur Perumda Air Minum Tirta Bukaka Andri Panca Setione serta sejumlah kepala OPD terkait.









