SNT Masuk Bolmong, Pemkab Pastikan Lahan dan Regulasi Siap

Photo. Susana pertemuan Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi bersama

NEFANEWS.COM, Bolmong – Rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Bolaang Mongondow mulai memasuki tahapan penting. Pemerintah Kabupaten Bolmong memastikan seluruh aspek yang menjadi kewenangan daerah akan dikawal agar proyek strategis pemerintah pusat tersebut dapat berjalan tanpa hambatan.

Keseriusan itu ditegaskan Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi, S.E., M.Si., saat menerima Tim Peninjau dari Kejaksaan Agung RI dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Selasa (15/9/2026).

Didampingi Wakil Bupati Dony Lumenta, S.Tr.T., Yusra menyatakan Pemkab Bolmong memberikan dukungan penuh terhadap program SNT yang dinilai memiliki dampak strategis terhadap masa depan pendidikan di daerah.

“Program ini merupakan investasi besar bagi masa depan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah,” ujar Yusra.

Bagi pemerintah daerah, pembangunan SNT tidak hanya menyangkut pembangunan fisik sekolah. Tahapan awal justru menjadi titik krusial untuk memastikan lokasi pembangunan memenuhi seluruh persyaratan, terutama dari sisi legalitas dan administrasi.

Karena itu, Pemkab Bolmong menyatakan siap memastikan lahan yang disiapkan memenuhi prinsip clear and clean, sehingga tidak menimbulkan persoalan hukum maupun sengketa di kemudian hari.

“Kami berkomitmen memastikan seluruh persyaratan yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dapat dipenuhi. Kami ingin pembangunan ini berjalan lancar, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Yusra.

Tim dari Kejaksaan Agung RI dan Kemendikdasmen dalam agenda tersebut melakukan peninjauan dan verifikasi terhadap kesiapan daerah, khususnya terkait lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan.

Verifikasi tersebut mencakup status legalitas serta kelengkapan dokumen administrasi lahan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan proyek strategis tersebut memiliki dasar yang kuat sebelum memasuki tahapan pelaksanaan pembangunan.

Dari Kejaksaan Agung RI hadir Avel Haezer Matande, S.H., M.H. dan Angelica Soviena Ansanay, S.H., M.H. Sedangkan dari Setditjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah hadir Juju Surgana dan Purwanto Nurcahyo.

Bagi Bolmong, masuknya program SNT menjadi peluang untuk memperkuat pemerataan layanan pendidikan sekaligus membuka ruang peningkatan kualitas SDM generasi muda.

Sulawesi Utara sendiri mendapat kepercayaan pemerintah pusat untuk pelaksanaan SNT di dua daerah, yakni Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Minahasa Utara.

Pemkab Bolmong tidak ingin pembangunan SNT berjalan parsial. Sejumlah perangkat daerah terkait dilibatkan dalam proses persiapan, mulai dari Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan hingga OPD terkait lainnya.

Perwakilan BPMP Provinsi Sulawesi Utara juga hadir dalam agenda tersebut.

Keterlibatan lintas sektor diperlukan karena keberhasilan pembangunan SNT tidak hanya ditentukan oleh tersedianya lahan. Infrastruktur pendukung, aspek lingkungan, akses transportasi, administrasi pemerintahan, serta kepastian hukum juga harus dipastikan sejak awal.

Bupati Yusra menegaskan Pemkab Bolmong siap membangun sinergi dengan pemerintah pusat untuk memastikan program tersebut dapat direalisasikan sesuai ketentuan dan target yang telah ditetapkan.

“Pendidikan adalah fondasi utama kemajuan daerah. Setiap investasi di sektor ini harus kita kawal bersama,” tandasnya.

Dengan tahapan verifikasi dan pendampingan hukum yang dilakukan sejak awal, Pemkab Bolmong berharap pembangunan SNT dapat segera memasuki tahapan berikutnya dan nantinya menjadi salah satu fasilitas pendidikan strategis dalam meningkatkan kualitas generasi muda Bolaang Mongondow.

Pos terkait