NEFANEWS.COM, Sulut – Di masa kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus Komaling (YSK) dan Wakil Gunrrnur Victor Mailangkay., pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) provinsi SulutbTahun 2027, dihadiri sekaligus dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri (mendagri) Republik Indonesia, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Tito Karnavian, M.A., Ph.D, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait.
Sejarah mencatat, sepanjang perjalanan pembangunan daerah provinsi Sulut, musrenbang tingkat provinsi di masa kepemimpinan YSK dan Victor Mailangkay adalah kali pertama dihadiri oleh pemerintah pusat. Ini pertanda bahwa pembangunan di Sulut cukup menjadi perhatian pemerintah pusat. Sehingga dipastikan usulan yang menjadi skala prioritas pembangunan akan diakomodir oleh pemerintah pusat.
Kegiatan yang digelar di Gedung Mapalus, Kantor Gubernur, tersebut, dihadiri seluruh pimpinan daerah dan forkompinda provinsi Sulut, dengan tujuan membahas usulan program pembangunan tingkat kabupaten atau kota dan provinsi yang kemudian di selaraskan dengan program pemerintag pusat. Kamis (9/4/2026).
Mengusung tema; “Percepatan Peletakan Fondasi Transformasi Sulawesi Utara yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan”, musrenbang berlangsung dinamis, interaktif dan partisipatif dengan memberi ruang kepada seluruh kepala daerah se provinsi Sulut untuk menyampaikan berbagai persoalan dan usulan daerahnya masing – masing, sekaligus membahas percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi daerah, hingga strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju tahun perencanaan 2027.
Dalam hal ini Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa momentum ini menjadi titik penting pemerintahan dengan kehadiran para menteri, sehingga membuka peluang percepatan realisasi program prioritas daerah.
“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap Sulawesi Utara. Kita harus memanfaatkan momentum ini untuk memastikan program strategis bisa berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujar YSK.
YSK menambahkan, arah kebijakan pembangunan Sulut memprioritaskan 17 program unggulan yang ditopang 45 kegiatan strategis. Dimana program tersebut dirancang untuk menjawab tantangan pembangunan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
YSK berharap, program usulan RKPD Provinsi Sulut tahun 2027 dapat sepenuhnya diakomodir oleh pemerintah pusat dalam rangka memaksimalkan program pembangunan dan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Sulawesi Utara.
YSK juga mengungkapkan misi utama yang menjadi komitmen pemerintah, mencakup pemberantasan KKN dan Narkoba, peningkatan kualitas SDM, pembangunan ekonomi, penguatan daya saing internasional, hingga ketahanan pangan, energi, dan air yang berkelanjutan.
Adapun perencanaan tahun 2027 disusun dengan mempertimbangkan isu strategis seperti; Tantangan global yang berdampak terhadapa perlambatan ekonomi dunia dan ketidakpastian geopolitik global, Tantangan nasional yang mempengaruhi ketimpangan struktur ekonomi antara kawasan Timur dan Barat serta mitigasi bencana yang masif, Isu daerah terkait penataan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan target ambisius pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 8% di tahun 2029.
Selain itu, YSK juga menyampaikan dnamika fiskal dan strategi pendanaan kondisi keuangan daerah, dimakan terdapat dinamika signifikan terhadpa ruang fiskal yang diprediksi semakin terbatas akibat penurunan pendapatan dan peralihan pembiayaan dari surplus menjadi defisit pada periode 2025-2027
Berikut indikator kinerja utama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dengan menetapkan target makro tahun 2027, di antaranya:
• Pertumbuhan Ekonomi: Target sebesar 6,7 – 7,7%.
• Penurunan Kemiskinan: Ditargetkan turun ke angka 5,02 – 5,42%.
• Indeks Pembangunan Manusia: Nilai survei integritas KPK ditargetkan mencapai angka 80.
• Lingkungan Hidup: Penurunan emisi Gas Rumah Kaca ditargetkan sebesar 61,78.l. *
Dee.











