NEFAnews.Com BOALEMO — Musim kemarau berkepanjangan yang telah berlangsung selama beberapa bulan mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Boalemo. Kondisi tersebut membuat penggunaan dan ketersediaan air bersih perlu mendapat perhatian bersama.
Berkurangnya curah hujan berpotensi menurunkan cadangan serta debit sumber air baku. Di sisi lain, kebutuhan air bersih masyarakat biasanya meningkat selama musim kemarau.
Karena itu, masyarakat, khususnya pelanggan Perumda Air Minum Tirta Boalemo, diimbau untuk menggunakan air secara hemat dan bijak agar persediaan dapat mencukupi hingga musim hujan kembali tiba.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Boalemo, Hariyono Bokingo, S.E., mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama mengantisipasi dampak musim kemarau dengan mengurangi penggunaan air yang tidak diperlukan.
“Setiap tetes air sangatlah berarti, mari gunakan air secukupnya, seperlunya, dan hindari pemborosan. Prioritaskan kebutuhan pokok seperti minum, memasak, dan kebutuhan rumah tangga lainnya,” ungkap Hariyono di sela-sela kesibukannya, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, menjaga ketersediaan air bukan hanya menjadi tanggung jawab penyedia layanan, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan peran aktif masyarakat sebagai pelanggan.
“Hemat air hari ini berarti menjaga ketersediaan air untuk hari esok,” ujarnya.
Hariyono menegaskan, Perumda Air Minum Tirta Boalemo terus berupaya menjaga keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi musim kemarau yang berpotensi memengaruhi sumber air baku.
Untuk itu, ia meminta dukungan, kesadaran, dan kerja sama seluruh pelanggan agar menggunakan air sesuai kebutuhan serta menghindari pemborosan.
“Air adalah kehidupan. Mari kita jaga dan gunakan dengan bijak,” tutup Hariyono.










