NEFANEWS.COM, Boltim – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menegaskan komitmennya membangun aparatur sipil negara (ASN) yang profesional, berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Boltim Oskar Manoppo, SE, MM, saat membuka secara resmi Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan II dan Golongan III Tahun 2026.
Pembukaan Latsar berlangsung di Aula Lantai III Kantor Bupati Boltim, Senin (14/9/2026), melalui upacara yang menjadi tahap penting dalam pembentukan karakter dan kompetensi calon aparatur pemerintah daerah.
Di hadapan para peserta, Bupati Oskar menegaskan bahwa status sebagai CPNS bukanlah garis akhir dari sebuah perjuangan. Sebaliknya, status tersebut merupakan awal dari perjalanan panjang untuk membuktikan komitmen sebagai pelayan negara dan masyarakat.
“Menjadi CPNS bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari perjalanan pengabdian kepada negara dan masyarakat,” tegas Oskar.
Menurutnya, Latsar tidak boleh dipandang sekadar sebagai tahapan formal menuju pengangkatan sebagai PNS. Lebih dari itu, Latsar harus menjadi ruang pembentukan mental, karakter, integritas dan kompetensi yang akan menentukan kualitas seorang ASN dalam menjalankan tugasnya.
Bupati menekankan, nilai dasar ASN, kode etik dan kode perilaku harus benar-benar dipahami, dihayati dan diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Bupati mengaskan, seorang ASN tidak hanya dituntut mampu menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga harus mampu mempertanggungjawabkan bagaimana kewenangan digunakan dan untuk siapa pekerjaan itu dilakukan.
“ASN harus hadir sebagai solusi bagi masyarakat, bekerja cepat dan tepat, serta menggunakan kewenangan untuk kepentingan publik, bukan kepentingan pribadi,” tegasnya.
Oskar juga menambahkan para peserta agar menjauhi praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), serta membangun budaya kerja yang bersih sejak memasuki dunia birokrasi.
“Jadilah ASN yang profesional, berintegritas, dan bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” imbuhnya.
Bupati mengatakan bahwa Pemkab Boltim membutuhkan aparatur yang disiplin, kompeten, adaptif, inovatif dan mampu bekerja secara kolaboratif, dimana pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada besarnya program dan anggaran, tetapi juga pada kapasitas aparatur yang menjalankannya.
“Pembangunan yang baik membutuhkan kebijakan yang baik, dan kebijakan yang baik membutuhkan aparatur yang berkualitas,” kata Oskar.
Bupati meminta kepada peserta Latsar untuk memperkuat wawasan kebangsaan, kepribadian, etika, pemahaman terhadap penyelenggaraan pemerintahan serta kemampuan memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional dan bertanggung jawab.
Bupati juga meminta para kepala perangkat daerah memberikan dukungan penuh kepada peserta dengan mengatur penugasan secara proporsional, sehingga kewajiban kedinasan tidak menghambat proses pembelajaran selama Latsar berlangsung.
Sementara kepada widyaiswara, tenaga pengajar dan penyelenggara pelatihan, Oskar menyampaikan apresiasi atas kontribusi mereka dalam membentuk calon-calon aparatur Pemkab Boltim.
Ia berharap Latsar tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi mampu membentuk ASN yang memiliki mental kuat, disiplin, etika dan integritas. ASN Harus Menjadi Jalan Pengabdian.
“Jangan jadikan ASN sebagai tempat mencari kebanggaan pribadi. Tapi, jadikan ASN sebagai jalan untuk mengabdi, disiplin, sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab dan mengabdi dengan sepenuh hati,” harapnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui BPSDMD Provinsi Sulawesi Utara atas kerja sama dan dukungan dalam pelaksanaan Latsar CPNS Pemkab Boltim Tahun 2026.
Menutup sambutannya, Bupati Oskar Manoppo ecara resmi menyatakan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II dan Golongan III Pemkab Boltim pola kerja sama dengan BPSDMD Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026 dibuka.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Boltim, Sekretaris Daerah, Kepala BPSDMD Provinsi Sulawesi Utara, para Asisten, kepala perangkat daerah, widyaiswara, tenaga pengajar serta penyelenggara Latsar. *









