NEFANEWS.COM, Kotamobagu — Pemerintah Kota Kotamobagu kembali mendorong penguatan budaya inovasi di lingkungan pemerintahan melalui pelaksanaan Innovative Government Award (IGA) Kota Kotamobagu ke-VII Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu resmi dibuka oleh Wali Kota Kotamobagu yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kotamobagu, Sofyan Mokoginta, SH, ME, di Aula Kantor Bappelitbangda Kotamobagu, Selasa (15/9/2026).
Pemkot Kotamobagu menegaskan, IGA tidak boleh berhenti pada kompetisi untuk menentukan pemenang. Lebih jauh, ajang tersebut diarahkan menjadi instrumen untuk memastikan inovasi yang lahir dari perangkat pemerintahan benar-benar mendukung peningkatan kinerja, efektivitas program, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sekda Sofyan Mokoginta menyampaikan, ukuran keberhasilan inovasi bukan semata-mata pada hasil penilaian atau peringkat dalam kompetisi, melainkan pada sejauh mana inovasi tersebut dapat diterapkan dan menghasilkan dampak nyata terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
“IGA ini bukan hanya perlombaan semata, tetapi bagaimana inovasi itu dapat mendorong capaian visi dan misi Kotamobagu,” ujar Sofyan.
Ia meminta setiap inovasi yang dihasilkan perangkat daerah tidak berhenti pada konsep atau dokumen, tetapi harus mampu diimplementasikan dalam pelaksanaan program kerja.
Menurutnya, pola pikir inovatif harus menjadi bagian dari peningkatan kinerja aparatur di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
“Bagaimana nanti penerapan inovasi ini betul-betul mendorong pencapaian program di perangkat daerah, terutama yang berkaitan dengan kinerja bapak dan ibu di OPD dengan menggunakan pola pikir yang inovatif,” ucapnya.
Di sisi lain, Pemkot Kotamobagu menyoroti masih terbatasnya partisipasi pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan dalam IGA tahun ini.
Sofyan menyebut, dari keseluruhan peserta yang berkompetisi, baru tiga desa dan kelurahan yang mengambil bagian. Padahal, inovasi di tingkat pemerintahan paling dekat dengan masyarakat tersebut dinilai memiliki posisi strategis dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kami berharap keterlibatan pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan dapat lebih ditingkatkan. Saat ini baru ada tiga desa dan kelurahan yang ikut berpartisipasi,” katanya.
Catatan tersebut menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah agar inovasi tidak hanya berkembang di tingkat OPD, tetapi juga tumbuh dari kecamatan hingga desa dan kelurahan.
Sofyan juga menepis anggapan bahwa inovasi merupakan tambahan beban kerja bagi aparatur. Sebaliknya, inovasi harus dirancang untuk menyederhanakan proses kerja sekaligus meningkatkan efisiensi pemerintahan.
“Inovasi bukan menambah beban kerja. Sebaliknya, inovasi sangat membantu kinerja, mulai dari efisiensi waktu, biaya dan lain sebagainya,” tuturnya.
Dengan demikian, inovasi di lingkungan Pemkot Kotamobagu dituntut memiliki orientasi yang jelas: memperbaiki proses kerja, meningkatkan efektivitas program dan menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.
IGA Kota Kotamobagu ke-VII Tahun 2026 tahun ini diikuti 41 peserta yang terbagi dalam dua kategori. Sebanyak 13 peserta mengikuti kategori umum, sementara 28 peserta berasal dari kategori perangkat daerah.
Pemkot Kotamobagu berharap kompetisi tersebut tidak sekadar menghasilkan inovasi yang unggul secara administratif, tetapi mampu melahirkan terobosan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui kesempatan ini juga Sekot Kotamkbagu menyampaikan pesan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu yang menekankan pentingnya seluruh peserta mengikuti kompetisi dengan semangat dan menjadikan IGA sebagai ruang untuk melahirkan berbagai gagasan baru.
“Wali dan Pak Wakil Wali Kota menitipkan pesan, selamat berlomba. Semoga semuanya menjadi pemenang,” tutup Sofyan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Peneliti Ahli Utama BRIN, Prof. Dr. Herie Saksono, M.Si. selaku Ketua Tim Juri, Analis Kebijakan Ahli Muda BSKDN Kemendagri Anthonius Riva, SE, M.Si. selaku juri, Asisten II Setda Kotamobagu Noval C. Manoppo, para pimpinan OPD, camat, lurah, kepala desa se-Kota Kotamobagu serta seluruh peserta IGA VII Tahun 2026. *









