Bukan Tertimbun Material! ini Penyebab Kematian Kakak Beradik di Wilayah Pertambangan Tanoyan Selatan

Photo. Kapolsek Lolayan, AKP. Johan Atang.

NEFANEWS.COM, Hukum – Kematian tragis yang menimpa kakak beradik asal Desa Bintau Kecamatan Passi, Kabupaten Bolaang Mongondo (Bolmong), di lokasi tambang Desa Tanoyan Selatan Kecamatan Lolayan, milik AP warga desa setempat, ternyata menghirup udara mengandung zat kimia mematikan.

Informasi ini disampaikan Kapolsek Lolayan, AKP. Johan Atang., saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Selasa (21/4/2026).

Menurut Johan., penyebab kematian kakak beradik masing-masing Roma Damopolii (26) dan Romi Damopolii (31), disebabkan menghirup udara yang mengandung zat kimia yang telah melepas Ion Hidrogen dalam air dan memiliki rasa masam atau umum disebut Zat Asam.

“Berdasarkan informasi saksi, diduga penyebab kematian kedua korban disebabkan menghirup udara yang mengandung zat asam,” ucap Johan.

Kepada media, Johan pun membeberkan kronologi hasil penyelidikan awal penyebab terjadinya insiden mematikan tersebut.

“Awal mula kejadian, Roma memasuki salah satu lubang bekas yang berada di lokasi yang  tak jauh dari lubang yang sedang dikerjakan. Selang beberapa saat, Romi sang kakak mendengar teriakan Roma yang meminta tolong dari kedalam lubang kira – kira sedalam 10 meter. Spontan Romi pun langsung turun kedalam lubang dengan maksud menolong sang adik. Namun kejadian yang sama pun turut dirasakan Romi yang kemudian meminta tolong kepada salah satu pekerja lain yang kebetulan berada di dekat kejadian. Saat itu juga pekerja lain yang juga sepupuh korban yang mendengar teriakan minta tolong dari lubang langsung turun masuk kedalam lubang untuk membantu kedua korban. Namun menyadari lubang tersebut mengandung zat asam, bersangkutan lmengurungkan niatnya dan langsung menghubungi warga sekitar untuk menolong kedua kakak beradik yang terjebak di dalam lubang,” beber Johan.

Johan menambahkan, pihaknya saat ini masih mengumpulkan data untuk penanganan lebih lanjut.

“Kami akan terus melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kematian kedua korban dan legalitas lahan tambang tersebut. Namun saat ini kami masih menunggu pihak terkait karena saat ini pihak korban masih dalam suasana berkabung,” imbuhnya.

Sementata, dari pihak keluarga korban, Sutanto Mokodongan., saat ditemui di rumah duka di Desa Bintauna, juga menuturkan hal yang sama dan mengaku telah melakukan kesepakatan damai dengan pihak pemilik lahan.

“Kejadian ini murni kecelakaan. Kami keluarga korban bersama keluarga pemilik lahan sudah bersepakat damai,” tutur Sutanto.

Hingga berita ini di turunkan, pihak pemilik lahan belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangan terkait kematian dua pekerja di lahan pertambangan yang di duga milik Gafur alias AP.

Dee.

banner1

Pos terkait