Hat-trick Juara Umum MTQ Sulut, Bukti Pemkot Kotamobagu Konsistensi Pembinaan Tilawatil Qur’an

NEFA.NEWS.COM, Kotamobagu – Keberhasilan Kafilah Kota Kotamobagu meraih Juara Umum pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-31 Tingkat Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026 bukan sekadar menambah deretan piala prestasi. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu melahirkan generasi Qurani yang berprestasi dan mampu bersaing di tingkat provinsi.

Pengumuman juara umum yang disampaikan pada malam penutupan MTQ di Alun-alun Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Jumat (10/7/2026), disambut penuh rasa syukur oleh seluruh anggota kafilah dan jajaran Pemerintah Kota Kotamobagu. Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, hadir langsung menyaksikan momen bersejarah tersebut bersama jajaran pemerintah daerah.

Keberhasilan tahun ini sekaligus mengukuhkan dominasi Kota Kotamobagu di ajang MTQ Provinsi Sulawesi Utara. Setelah menjadi Juara Umum pada MTQ ke-28 tahun 2020 di Kota Manado dan kembali berjaya saat menjadi tuan rumah MTQ ke-30 tahun 2024, prestasi tahun 2026 melengkapi hat-trick kemenangan yang menunjukkan konsistensi pembinaan, bukan sekadar keberhasilan sesaat.

Ketua LPTQ Kota Kotamobagu, Moh. Aljufri Ngandu, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur yang terlibat. Menurutnya, prestasi tidak mungkin diraih tanpa disiplin peserta, kualitas pelatih, keseriusan pembina, serta dukungan penuh pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, Kafilah Kota Kotamobagu berhasil meraih Juara Umum pada Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-31 Tingkat Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026. Prestasi ini merupakan kerja keras, semangat, dedikasi, dan sinergi seluruh peserta, pelatih, pembina, official, serta dukungan dari berbagai pihak,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kotamobagu yang selama ini terus memperkuat pembinaan LPTQ melalui dukungan anggaran, fasilitas, dan perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia di bidang Al-Qur’an.

Menurut Aljufri, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang berlangsung sepanjang tahun, bukan hanya menjelang pelaksanaan MTQ. Program pelatihan yang berkesinambungan menjadi modal utama dalam menjaga kualitas para peserta sehingga mampu tampil maksimal di setiap cabang lomba.

Selain pemerintah, keberhasilan itu juga tidak lepas dari peran keluarga para peserta. Dukungan orang tua, pengurus LPTQ, official, pendamping, dan seluruh elemen yang terlibat menjadi fondasi penting dalam membangun mental bertanding sekaligus meningkatkan kemampuan para peserta.

Lebih dari sekadar mengejar gelar juara, MTQ juga menjadi sarana membentuk karakter generasi muda yang mencintai Al-Qur’an, memiliki akhlak yang baik, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Karena itu, keberhasilan Kota Kotamobagu dinilai memiliki makna strategis dalam upaya memperkuat syiar Islam sekaligus membangun sumber daya manusia yang religius.

Dengan raihan Juara Umum untuk ketiga kalinya dalam tiga penyelenggaraan terakhir, Kota Kotamobagu semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu daerah dengan tradisi pembinaan Al-Qur’an terbaik di Sulawesi Utara. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan prestasi tersebut sekaligus mempersiapkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah yang mampu mengharumkan nama Sulawesi Utara di tingkat nasional. Advetorial.

banner1

Pos terkait