NEFANEWS.COM, Kotamobagu – Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), menggelar ajang Pemilihan Duta Cegah Stunting Remaja Kota Kotamobagu 2026, sebagai garda muda terdepan dalam penanganan pencegahan stunting yang lebih progresif dan strategis.
Disampaikan Kegiatan Ketua TP-PKK Kota Kotamobagu, Rindah Gaib Mokoginta., kegiatan ini tidak sekadar menjadi panggung kompetisi, tetapi merupakan bagian dari strategi besar pembangunan sumber daya manusia (SDM) jangka panjang yang berorientasi pada masa depan.
“Stunting merupakan ancaman serius yang berdampak luas dan permanen. Ia mengingatkan bahwa persoalan ini tidak hanya menyangkut pertumbuhan fisik anak, tetapi juga menyasar kemampuan kognitif dan produktivitas generasi mendatang, ” ujar Rindah.
Menurutnya, upaya penangan stunting lebih dimaksimalkan untuk mencegah produktivitas masa depan.
“Anak yang mengalami stunting akan menghadapi keterlambatan pertumbuhan, hambatan perkembangan otak, serta rendahnya produktivitas di masa depan. Ini adalah pertaruhan kualitas SDM kita,” ucap Rindah.
Rindah menjelaskan melibatkan generasi muda atau remaja sebagai garda terdepan penanganan stunting adalah langkah awal yang tepat demi menciptakan generasi kedepan.
“Remaja dipandang sebagai calon orang tua yang memegang peranan penting dalam menentukan kualitas kesehatan generasi berikutnya, melalui pola hidup dan pengetahuan yang mereka bangun sejak dini,” jelas Rindah.
kegiatan yang digagas TP-PKK Kota Kotamobagu ini pun mendapat dukungan dan apresiasi dari Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara, Ny. Aniek Selvanus lewat sambutannya yang dibacakan oleh dr. Arista Wowor, M.Kes.
Dalam sambutannya, Aniek menilai bahwa pendekatan yang dilakukan Kotamobagu merupakan model edukasi berbasis peer-to-peer (antar sebaya) yang efektif dan relevan dengan karakter generasi muda saat ini.
“Pentingnya integritas informasi yang harus dipegang oleh para Duta terpilih. Mereka tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga agen perubahan yang bertanggung jawab dalam menyebarluaskan edukasi kesehatan yang benar di tengah masyarakat,” ucapnya.
Ia berharap Duta terpilih diharapkan mampu mengedukasi teman sebaya mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mengonsumsi makanan bergizi. Ini adalah bentuk ikhtiar kita membentuk remaja inspiratif yang memiliki kepedulian sosial tinggi. */Dee.









