NEFANEWS.COM, Hukrim – Motif penganiayaan dan pembunuhan seorang suami terhadap istri yang tengah hamil muda hingga tewas mengenaskan yang terjadi di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara, akhirnya terungkap.
Sempat menggegerkan jagad maya dan memicu kemarahan publik, aksi penganiayaan dan pembunuhan terhadap wanita yang tengah hamil muda, bernama Azzahra Dolo Lantung (17), oleh pria bernama Noval Makasele (28), suami korban sendiri, akhirnya berurusan dengan kepolisian resort Mitra
Hasil sementara, nenyebutkan, bahwa motif penbunuhan hanya persoalan rumah tangga yang kemudian memicu pertengkaran hebat hingga akhirnya berujung maut.
Namun demikian, kepolisian setempat akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap motif utama dibalik aksi nekat NM hingga tega menghabisi nyawa istrinya sendiri yang tengah mengandung anak biologisnya.
“Peristiwa ini merupakan tindak pidana penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia, yang diduga dilakukan oleh suami korban,” ujar Kapolres Mitra, AKBP. Handoko Sanjaya., saat preskon dengan sejumlah awak media di Halaman Mako Polres Mitra. Selasa (14/4/2026).
Peristiwa pembunuhan sendiri terjadi di wilayah Minahasa Tenggara (Mitra), Kecamatan Ratatotok, tepatnya di Desa Ratatotok Dua, dirumah keluarga Makasale – Dorado, pada hari Senin (13/4/2026) dini hari.
Sementara korban diketahui merupakan warga Desa Buyat, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, yang kemudian jasad korban disrrahkab ke pihak keluarga korban untuk proses pemakaman.
Dari hasil pemeriksaan terhadap tubuh korban, ditemukan 10 luka tusukan benda tajam di sekujur tubuh, masing – masing di perut sebanyak tiga lubang, punggung satu lubang, dan paha kanan satu lubang. Akibat luka tusuk inilah, korban diduga kehabisan darah hingga akhirnya meregang nyawa.
Peristiwa penganiayaan dan pembunuhan ini terungkap setelah warga sekitar mendengar keributan dari rumah pasangan tersebut pada Minggu (12/4/2026) malam sekitar pukul 23.45 WITA. Menurut penuturan warga setempat, Osmon., yang juga tetangga korban, mengaku terbangun karena suara gaduh yang berasal dari rumah keluarga Makasale-Dorado. Tanpa berpikir panjang, Osmon bersama seorang warga lainnya, Ruslin, langsung mendatangi rumah korban dan menemukan kondisi korban bersimbah darah.
Atas inisiatif warga sekitar, Osman bersama tetangga lainnya langsungmembawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil, korban terlebih dahulu menghembuskan nafas terakhirnya. */Dee.









