Ketua PWI Sulut Sintya Bojoh Tegas: Pemerasan Berkedok Proposal Atas Nama TNI-Polri Tidak Dapat Dibenarkan

NEFANEWS.COM, Bitung — Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Utara, Sintya Nidya Christin Bojoh, angkat bicara tegas terkait maraknya isu dugaan pemerasan berkedok proposal kegiatan yang diduga dilakukan oknum dengan mengatasnamakan Wartawan TNI-Polri.

Pernyataan ini disampaikan langsung saat beliau hadir di kegiatan Kajati Sulut Cup V di GOR Dua Sudara, Kelurahan Manembo-Nembo, Kota Bitung, Jumat (11/9/2026).

Sintya menegaskan dengan tegas bahwa pihaknya sama sekali tidak membenarkan praktik tersebut, terlebih jika seseorang menggunakan nama institusi TNI maupun Polri untuk kepentingan pribadi.

“Kalau itu terjadi, saya tidak membenarkan. Apalagi kalau mengatasnamakan instansi terkait untuk kepentingan mereka sendiri,” tegas Sintya di hadapan awak media.

Menurut Ketua PWI Sulut, profesi wartawan memiliki aturan main dan kode etik yang wajib dipatuhi oleh setiap insan pers. Tugas utama seorang wartawan adalah menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional, bukan memanfaatkan profesi untuk melakukan tekanan atau pemerasan kepada pihak lain.

“Profesi wartawan memiliki aturan dan kode etik yang harus dipatuhi. Setiap wartawan wajib menjalankan tugas sesuai fungsi dan tanggung jawab jurnalistik, bukan memanfaatkan profesi untuk melakukan tekanan kepada pihak lain,” ujarnya.

Sintya juga menjelaskan langkah tegas yang akan diambil PWI Sulut terhadap oknum yang terlibat. Jika oknum tersebut merupakan anggota PWI, organisasi akan menjatuhkan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Namun jika bukan anggota PWI, masyarakat diminta untuk tidak ragu melaporkannya kepada aparat penegak hukum.

“Kalau dia anggota PWI, tentunya akan kami tindak sesuai aturan organisasi. Kalau bukan anggota PWI, silakan dilaporkan ke Polres setempat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sintya menilai penggunaan nama institusi TNI maupun Polri untuk memperoleh keuntungan pribadi merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan sama sekali.

“Sekali lagi, saya tidak membenarkan ada wartawan yang melakukan pemerasan, apalagi membawa nama instansi terkait demi kepentingan mereka sendiri,” katanya dengan nada serius namun tegas.

Di akhir pernyataannya, Sintya berharap seluruh wartawan, khususnya anggota PWI di Sulawesi Utara, tetap menjaga marwah profesi dengan bekerja secara profesional dan menjalankan tugas sesuai fungsi jurnalistik yang benar.

“Jalankan tugas dan pekerjaan sesuai dengan jabatan dan fungsinya. Mari kita jaga kepercayaan masyarakat terhadap profesi wartawan dengan integritas dan tanggung jawab,” pungkasnya. (Adit)

Pos terkait