NEFANEWS.COM, Hukrim – Nasib mujur tak dapat di raih, malang tak dapat di tolak. Tak ada yang menduga kedua nasib kakak beradik ini harus berakhir tragis, keduanya bagai ditakdirkan sehidup semati, meninggal di waktu dan dalam keadaan yang sama. Meninggal saat sedang mengais rejeki guna membantu beban keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup se hari – hari.
Wilayah Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI), di lereng bukit Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), kembali memakan korban.
Nasib tragis menimpah Kakak beradik asal Desa Bintau, Kecamatan Passi, Bolmong, masing – masing bernama Roma Damopolii (26) dan Romi Damopolii (31). Keduanya meninggal dunia akibat terperosok dan tertimbun material tanah di kedalaman 10 meter di dalam lubang pertambangan milik warga inisial AP.
Adapun penyebab lain, diketahui saat bekerja keduanya tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri atau APD yang memenuhi standar keselamatan para penambang.
Kuat dugaan penyebab kematian keduanya disebabkan tanah longsor. Indikasi struktur tanah yang labil, ditambah kondisi cuaca dengan intensitas curah hujan tinggi sehingga menyebabkan kelembapan tanah yang tinggi secara drastis dan dapat meningkatkan risiko longsor karena mengurangi kekuatan geser tanah, kondisi ini dapat menurunkan stabilitas lereng hingga akhirnya memicu pergerakan tanah.
Perihal kejadian ini, Kapolsek Lolayan, Iptu Johan Atang, menyampaikan pihaknya telah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
“Kami sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi Dugaan sementara, insiden ini terjadi akibat kondisi tanah yang labil serta minimnya standar keselamatan di lokasi tambang,” ujar Johan kepada awak media. Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan, saat ini pihak kepolisian tengah menelusuri legalitas operasional tambang tersebut, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian yang berujung pada hilangnya nyawa.
“Kami akan dalami lebih lanjut, termasuk aspek perizinan dan tanggung jawab pengelolah tambang yang harus mengutamakan keselamatan para pekerja,” pungkasnya.
Diketahui, kedua korban sudah diserahkan ke pihak keluarga dan telah dikebumikan tadi siang di Desa Bintau. **











