Lima Kepala Daerah Kembali Satukan Komitmen Perjuangkan Percepatan Provinsi Bolaang Mongondow Raya

Photo. Rapat Percepatan Panitia Pembentukan Provinsi Bolaang Mongondow Raya.

NEFANEWS.COM, BOLMONG RAYA – Perjuangan pembentukan Provinsi Bolaang Mongondow Raya (PBMR) kembali digelorakan. Setelah melewati perjalanan panjang dan berbagai dinamika, aspirasi pemekaran wilayah BMR kini kembali didorong untuk masuk pada tahapan yang lebih konkret.

Hal itu mengemuka dalam rapat Panitia Pembentukan Provinsi Bolaang Mongondow Raya bersama para pimpinan daerah, mantan kepala daerah, pimpinan DPRD, akademisi, tokoh adat, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat BMR yang digelar di Ruang Rapat Wali Kota Kotamobagu. Senin (7/9/2026).

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Wali Kota Kotamobagu tersebut, menjadi momentum penting untuk menyatukan kembali sikap politik dan komitmen lima daerah di wilayah BMR dalam mendorong percepatan pembentukan provinsi baru.

 

Hadir dalam pertemuan itu Bupati Bolaang Mongondow Timur Oskar Manoppo, Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi, Ketua Panitia PBMR Jainuddin Damopili, Penasehat PBMR Sehan Salim Landjar, jajaran pengurus panitia,Mantan Bupati Bolmut, Defri Pontoh., Asisten I Pemkab Bolsel, perwakilan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sekretaris Daerah, Jusnan Mokoginta, para pimpinan DPRD, forum akademisi dan rektor, AMABOM, Ladkar Bogani Indonesia, Brigade Bogani, Bobay Adat, praktisi adat dan budaya, LSM, OKP, serta tokoh masyarakat.

Ketua Panitia PBMR, Jainuddin Damopili., menegaskan bahwa kehadiran para pimpinan daerah dan berbagai elemen masyarakat bukan sekadar seremoni. Menurutnya, pertemuan tersebut merupakan penegasan kembali komitmen bersama untuk memperjuangkan aspirasi pembentukan Provinsi BMR.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan daerah, mantan pimpinan daerah, pimpinan dan perwakilan DPRD, akademisi, tokoh adat, serta tokoh masyarakat yang telah hadir.

“Kehadiran ini merupakan bentuk dukungan dan komitmen kita bersama untuk mewujudkan Provinsi BMR,” ujar Jainudin.

Menurutnya, perjuangan PBMR membutuhkan kekuatan kolektif. Karena itu, panitia meminta dukungan masyarakat tidak hanya dalam bentuk dukungan politik, tetapi juga dukungan moral, materiil dan doa.

“Kita berharap percepatan PBMR segera terealisasi. Mulai saat ini diharapkan dukungan moral, materiil dan doa seluruh masyarakat BMR. Mari kita bergandengan tangan menyatukan komitmen kita demi mewujudkan Provinsi Bolaang Mongondow Raya,” tegasnya.

Pertemuan tersebut juga menghasilkan penegasan sikap dari para pimpinan daerah yang hadir. Pemerintah daerah di wilayah BMR bersama unsur DPRD menyatakan komitmen untuk mendorong percepatan proses pembentukan provinsi.

Dukungan lintas daerah ini menjadi modal politik penting bagi Panitia PBMR. Sebab, salah satu tantangan utama perjuangan pemekaran bukan hanya menjaga konsistensi aspirasi masyarakat, tetapi memastikan seluruh persyaratan administratif, teknis dan politik dapat dikawal secara bersama-sama.

Dengan adanya kesepa lima daerah, perjuangan PBMR diharapkan tidak kembali berhenti pada tataran deklarasi dan wacana. Panitia didorong segera memperjelas peta jalan perjuangan, membagi tugas antardivisi, memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan DPRD, serta memastikan seluruh dokumen persyaratan tersusun dan terverifikasi.

Panitia PBMR pun akan membentuk sejumlah divisi dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Selanjutnya, gerakan sosialisasi akan diperluas hingga ke tingkat desa untuk menyerap sekaligus memperkuat dukungan masyarakat.

Langkah ini dinilai penting agar perjuangan pembentukan PBMR memiliki basis aspirasi masyarakat yang kuat dan terdokumentasi secara menyeluruh.

Panitia PBMR memastikan perjuangan tersebut akan terus dikawal melalui koordinasi lintas daerah dan konsolidasi masyarakat hingga seluruh tahapan yang dipersyaratkan dapat dipenuhi. (Dee).

Pos terkait