Dua Penambang Hilang Akibat Longsor di PETI Bolingongot, Satu Korban Adalah  Anggota Komunitas Muda Caraka BMR

NEFAnews.Com BOLMONG – Peristiwa longsor terjadi di area Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Bolingongot, Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, pada Jumat (26/6/2026) dini hari. Akibat kejadian tersebut, dua penambang dilaporkan hilang dan hingga kini masih dalam proses pencarian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, longsor terjadi saat para penambang sedang beraktivitas di lokasi PETI yang berada di sekitar kawasan PT Bulawan Daya Lestari (BDL).

Salah seorang penambang berinisial NL mengatakan, hingga saat ini masih ada dua warga yang belum ditemukan.
“PETI di lokasi tersebut memang sudah dilarang, tapi aktivitasnya sama sekali tidak berhenti,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa identitas kedua korban belum dapat dipastikan karena kondisi di lokasi saat kejadian sangat gelap sehingga menyulitkan proses pencarian.

“Karena kalau malam sangat gelap. Jadi pencarian memang agak sulit,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kotamobagu, Iptu Ahmad Waafi, membenarkan adanya laporan mengenai penambang yang diduga tertimbun material longsor.

“Saya sudah dari lokasi, pencarian sudah dilakukan. Terkait identitas memang belum ada karena masih simpang siur,” katanya.

Ia menambahkan, pencarian kembali dilanjutkan pada pagi hari dengan melibatkan sejumlah instansi terkait.

“Karena kalau malam keadaan sangat gelap. Makanya pagi ini akan ada beberapa instansi yang turun,” tegasnya.

Di sisi lain, seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyampaikan bahwa menurut informasi yang diperolehnya, material yang diduga menimbun kedua korban berasal dari material buangan PT Bulawan Daya Lestari (BDL).

Namun demikian, informasi tersebut masih berupa dugaan dari sumber yang tidak disebutkan identitasnya dan belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak PT Bulawan Daya Lestari maupun hasil penyelidikan aparat kepolisian. Hingga kini, penyebab pasti longsor masih dalam proses penyelidikan.

Selain itu, berdasarkan informasi yang diterima, salah satu korban diketahui merupakan anggota salah satu komunitas pecinta otomotif Muda Caraka BMR Sulawesi Utara. Meski demikian, identitas korban masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak keluarga maupun aparat berwenang.

Hingga berita ini diterbitkan, tim gabungan dibantuan masyarakat setempat dan Anggota Komunitas Pecinta Otomotif Muda Caraka BMR masih terus melakukan pencarian terhadap kedua korban yang dilaporkan hilang, sementara aparat kepolisian terus mengumpulkan keterangan dan bukti di lokasi kejadian guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

banner1

Pos terkait