NEFANEWS.COM, Boltim – Rangkaian Konferensi VIII dan Pertemuan Raya Kaum Bapak Katolik (KBK) se-Keuskupan Manado Tahun 2026, yang berlangsung selama empat hari di Desa Mooat, Kecamatan Mooat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), resmi ditutup. Sabtu (4/7/2026).
Penutupan kegiatan, menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan yang bertujuan memperkuat peran Kaum Bapak Katolik sebagai pemimpin dalam keluarga, pelayan Gereja, sekaligus mitra dalam membangun kehidupan sosial di tengah masyarakat.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah ini menjadikan pertemuan ini bukan hanya sebagai forum organisasi, tetapi juga ajang mempererat persaudaraan dan memperkuat komitmen pelayanan.
Selama pelaksanaan konferensi, peserta mengikuti berbagai agenda, mulai dari sidang organisasi, pertemuan raya, ibadah, pembinaan iman, diskusi, hingga beragam perlombaan yang dirancang untuk mempererat kebersamaan antaranggota Kaum Bapak Katolik.
Kegiatan yang juga menjadi ajang konsolidasi organisasi, diyakini melahirkan sejumlah rekomendasi strategis yang diharapkan mampu memperkuat pelayanan organisasi, meningkatkan pembinaan umat, serta mempererat sinergi antarkomunitas di lingkungan Keuskupan Manado.
Selama empat hari pelaksanaan di Kecamatan Mooat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), kegiatan berlangsung aman, tertib, dan sukses, sekaligus meninggalkan semangat persatuan dan pelayanan bagi seluruh peserta.
Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur bersama panitia, aparat keamanan, tenaga pendukung, dan masyarakat Kecamatan Mooat dinilai berhasil menciptakan suasana yang kondusif selama seluruh rangkaian acara berlangsung.
Kondisi keamanan dan ketertiban yang tetap terjaga sepanjang kegiatan menjadi cerminan kuatnya kolaborasi, toleransi, serta semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh elemen yang terlibat.
Dengan berakhirnya Konferensi VIII dan Pertemuan Raya KBK se-Keuskupan Manado Tahun 2026 diharapkan tidak menjadi akhir dari semangat yang telah dibangun selama empat hari pelaksanaan. Sebaliknya, nilai-nilai persatuan, pelayanan, dan pengabdian diharapkan terus dibawa oleh para peserta ke paroki dan daerah masing-masing sebagai wujud nyata kontribusi bagi Gereja, masyarakat, dan pembangunan daerah. **










