NEFAnews.Com BOLMUT – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino, Polres Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menggelar Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana Dampak El Nino di Lapangan Apel Polres Bolmut, Selasa (4/8/2026), pukul 08.18 WITA.
Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Bolaang Mongondow Utara, AKBP Andhika Fitriansyah, S.I.K., M.Han. Bertindak sebagai Perwira Apel yakni Kabag Ops Polres Bolmut AKP Noldie Rimporok, S.E., sedangkan Komandan Apel dijabat Ipda Rendy Tuejeh, S.H., M.H.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur lintas instansi sebagai bentuk sinergi dalam mengantisipasi potensi bencana yang dapat ditimbulkan akibat musim kemarau panjang. Peserta apel terdiri dari personel TNI, Kejaksaan Negeri Bolaang Mongondow Utara, Sat Samapta, Satlantas, Satreskrim Polres Bolmut, gabungan staf dan personel Polsek jajaran, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tenaga kesehatan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, hingga PLN Cabang Bolaang Mongondow Utara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Bolmut Kompol Abdul Rahman Faudji, S.H., M.H., Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Abdul Muti Daeng Mulisa, S.Pd., M.M., Danramil 1303-13 Kaidipang Letda Inf. Joice Salindeho, Kasat Pol PP La Ode Osnawir Ojayana, S.Pd., Kepala BPBD Sofianto Ponongoa, S.Pd., perwakilan Jasa Raharja Johanis Awom, para Pejabat Utama Polres Bolmut, para Kapolsek jajaran, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian apel berlangsung khidmat, diawali dengan laporan Perwira Apel, penghormatan kepada pimpinan apel, pemasangan pita tanda operasi, penyampaian amanat Kapolres, doa bersama, hingga penutupan kegiatan.
Dalam amanatnya, Kapolres Bolmut menegaskan bahwa dampak fenomena El Nino tidak hanya berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga dapat mengganggu ketersediaan air bersih, ketahanan pangan, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, seluruh unsur yang terlibat diminta untuk bergerak cepat, terpadu, dan penuh tanggung jawab dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan.
AKBP Andhika Fitriansyah juga menginstruksikan empat langkah strategis yang harus segera dilaksanakan. Pertama, penanganan titik api dengan menerapkan prinsip zero burning serta penindakan terhadap pembukaan lahan dengan cara membakar. Kedua, meningkatkan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta memastikan kesiapan posko pemantauan hotspot. Ketiga, mengaktifkan kembali Satgas Pangan melalui koordinasi dengan Bulog guna menjaga ketersediaan beras dan kelancaran distribusi logistik. Keempat, memperkuat pengelolaan sumber daya air melalui koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan PDAM, termasuk pembangunan sumur bor komunal di wilayah yang mengalami krisis air bersih.
Selain itu, Kapolres mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana, menjaga kelestarian lingkungan, serta menghindari segala bentuk aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama musim kemarau.
Dalam keterangannya, AKBP Andhika Fitriansyah menegaskan bahwa penanggulangan dampak El Nino bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat keamanan, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam menghadapi ancaman bencana. Saya mengajak seluruh instansi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak memberikan ruang sedikit pun terhadap tindakan yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. Dengan kebersamaan, kita dapat melindungi masyarakat, menjaga ketahanan pangan, mengamankan ketersediaan air bersih, dan memastikan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara tetap aman serta tangguh menghadapi dampak El Nino,” tegas Kapolres.
Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana Dampak El Nino berakhir pada pukul 09.00 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana selama musim kemarau.










