Kemarau Panjang Melanda, Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi Ajak Masyarakat Perkuat Doa dan Ikhtiar Semoga Segera Turun Hujan

NEFANEWS.COM, Bolmong — Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang di sejumlah wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten. Di tengah menurunnya debit sejumlah sumber air dan ancaman terhadap lahan pertanian, Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi mengajak masyarakat untuk menghadapi kondisi tersebut dengan memperkuat ikhtiar sekaligus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Bagi Bupati Yusra, kemarau panjang bukan hanya persoalan alam yang harus dihadapi melalui langkah teknis, tetapi juga menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan rasa syukur, memperbanyak doa dan memohon pertolongan Tuhan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

“Di tengah kemarau panjang ini, marilah kita berdoa bersama sesuai dengan kepercayaan masing-masing agar segera diberikan hujan dan keberkahan untuk kita semua,” ujar Yusra.

Ia mengingatkan bahwa manusia memiliki kewajiban untuk berusaha menjaga kehidupan dan lingkungan, sementara hasil akhirnya merupakan kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, doa dan ikhtiar harus berjalan beriringan dalam menghadapi setiap ujian dan tantangan.

Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, kata Yusra, tetap menjalankan langkah-langkah konkret dengan memantau perkembangan kondisi cuaca, mengidentifikasi wilayah yang terdampak serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih masyarakat.

“Selain berdoa, mari kita terus menjaga persatuan dan saling membantu menghadapi kondisi ini,” pesannya.

Menurutnya, semangat gotong royong merupakan bagian penting dalam menghadapi kesulitan. Masyarakat yang memiliki kelebihan sumber daya diharapkan dapat membantu mereka yang membutuhkan, khususnya warga yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Kemarau juga mulai memberi tekanan terhadap sektor pertanian. Para petani menjadi salah satu kelompok yang merasakan langsung dampak berkurangnya pasokan air terhadap tanaman dan lahan pertanian.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menyia-nyiakan air. Penggunaan air secara hemat, menjaga sumber mata air serta tidak melakukan tindakan yang dapat merusak lingkungan menjadi bagian dari ikhtiar bersama.

Yusra mengajak masyarakat menjadikan kondisi tersebut sebagai momentum untuk semakin memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan, sekaligus mempererat hubungan sosial antarsesama.

“Semoga kemarau panjang segera berlalu dan Allah SWT memberikan hujan yang membawa rahmat, keberkahan serta kebaikan bagi seluruh masyarakat Bolaang Mongondow,” pungkasnya.

Pemerintah daerah berharap doa yang dipanjatkan masyarakat dari berbagai agama dan kepercayaan dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama, sembari seluruh elemen daerah terus menjaga lingkungan, menghemat penggunaan air dan saling membantu hingga kondisi kembali membaik.

Dee.

Pos terkait