Wali Kota Buka Resmi Drag Race–Drag Bike Kotamobagu Bersahabat 2026: Saat Hobi Otomotif Pemuda Disalurkan di Jalur Resmi

NEFANEWS.COM, Kotamobagu – Gemuruh mesin dan antusiasme ribuan penonton mewarnai pelaksanaan Open Tournament Tidar Drag Race–Drag Bike Kotamobagu Bersahabat Championship 2026 yang digelar di Sirkuit Non-Permanen Jalan A.P. Mokoginta, Kelurahan Upai, Kotamobagu.

Ajang otomotif tersebut resmi dibuka oleh Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M, Kamis (6/8/2026). Kehadiran para pembalap dari berbagai daerah menjadikan kejuaraan ini bukan sekadar tontonan, tetapi juga ruang bagi para penghobi otomotif untuk menunjukkan kemampuan mereka melalui kompetisi yang resmi dan terukur.

Kapolres Kotamobagu, AKBP Abdul Kholik, SH, SIK, MAP, turut hadir memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kejuaraan tersebut.

Bagi kepolisian, kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis. Hobi dan minat generasi muda terhadap dunia otomotif perlu mendapatkan ruang yang tepat agar dapat berkembang secara positif, sekaligus mengurangi potensi aktivitas balap liar yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Dari Jalan Raya ke Sirkuit

Fenomena balap kendaraan bermotor di kalangan anak muda selama ini kerap berhadapan dengan persoalan keselamatan dan ketertiban lalu lintas ketika dilakukan di jalan umum.

Karena itu, penyelenggaraan drag race dan drag bike secara resmi menjadi salah satu alternatif untuk mengarahkan energi serta kemampuan para penghobi otomotif ke dalam kegiatan yang memiliki aturan, regulasi keselamatan, serta pengawasan.

Di lintasan resmi, kemampuan pembalap tidak hanya ditentukan oleh keberanian memacu kendaraan. Teknik, konsentrasi, kesiapan kendaraan, disiplin terhadap aturan perlombaan, hingga kemampuan mengendalikan diri menjadi bagian penting dari sebuah kompetisi.

Semangat inilah yang turut terlihat dalam pelaksanaan Kotamobagu Bersahabat Championship 2026.

Antusiasme peserta pun terbilang besar. Sebanyak 590 pendaftar kategori Drag Bike dan 337 pendaftar kategori Drag Race tercatat mengikuti kejuaraan yang memperebutkan piala bergilir tersebut.

Terdapat 927 pendaftar dari dua kategori perlombaan.

Di sisi lain, sekitar 3.000 penonton memadati kawasan sirkuit untuk menyaksikan langsung persaingan para pembalap.

Besarnya jumlah peserta dan penonton memperlihatkan bahwa olahraga otomotif memiliki basis penggemar yang cukup kuat di Kotamobagu dan kawasan sekitarnya.

Keamanan Menjadi Bagian Penting

Besarnya jumlah massa tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Bukan hanya memastikan perlombaan berjalan lancar, tetapi juga menjaga keamanan peserta, penonton, panitia, serta masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Untuk itu, Polres Kotamobagu bersama Polsek jajaran menerjunkan personel dalam pengamanan terbuka maupun tertutup.

Personel disiagakan untuk mengawal seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pengaturan situasi di sekitar lokasi hingga memastikan jalannya perlombaan tetap kondusif.

Pengamanan tersebut menjadi penting karena kegiatan yang melibatkan kendaraan berkecepatan tinggi memiliki tingkat risiko yang tidak kecil.

Keselamatan menjadi prinsip utama yang harus berjalan beriringan dengan semangat kompetisi.

Kehadiran aparat kepolisian sekaligus menunjukkan bahwa olahraga otomotif dapat berkembang sebagai kegiatan positif selama diselenggarakan secara resmi, dengan memperhatikan aturan dan aspek keselamatan.

Membangun Ruang Positif bagi Anak Muda

Lebih jauh, kejuaraan ini dapat dilihat sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang positif bagi generasi muda.

Dunia otomotif memiliki ekosistem yang luas. Tidak hanya pembalap, tetapi juga mekanik, tim balap, pelaku usaha suku cadang, komunitas, hingga sektor ekonomi kreatif di sekitar penyelenggaraan event.

Dengan pengelolaan yang baik, kegiatan semacam ini berpotensi berkembang menjadi agenda olahraga dan hiburan yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Di tengah tingginya minat anak muda terhadap kendaraan bermotor, pendekatan pembinaan menjadi jauh lebih konstruktif dibandingkan sekadar melakukan pelarangan.

Hobi yang difasilitasi di tempat yang tepat dapat berubah menjadi prestasi.

Kejuaraan seperti Kotamobagu Bersahabat Championship 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menjadi tercepat di lintasan. Lebih dari itu, terdapat pesan bahwa kecepatan harus memiliki tempat, aturan harus dihormati, dan keselamatan tidak boleh dikorbankan demi sebuah kemenangan.

Dengan dukungan pemerintah, kepolisian, komunitas otomotif dan masyarakat, ajang seperti ini diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan olahraga otomotif sekaligus mengarahkan semangat kompetitif generasi muda ke jalur yang positif, resmi dan aman. (Dee).

banner1

Pos terkait